Pada bagian ini, ustaz mengingatkan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar acara tahunan, tetapi momentum untuk menata kembali iman dan niat.
Hal pertama yang harus hadir dalam peringatan Isra’ Mi’raj adalah rasa syukur karena Allah telah memilih kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW, dan keistimewaan yang Allah berikan kepada beliau juga mengalir kepada umatnya.
Bentuk syukur itu bisa bermacam-macam: berkumpul sederhana bersama keluarga, majelis kecil, hingga peringatan yang lebih besar. Namun yang terpenting bukan besar kecilnya acara, melainkan niat di baliknya.
Niat untuk menambah iman, mengambil hikmah, dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena itu, peringatan Isra’ Mi’raj seharusnya diisi dengan ilmu, tausiyah, dan pesan-pesan yang menghidupkan hati, bukan sekadar rutinitas tanpa makna.
Ustaz juga menekankan pentingnya memperbanyak zikir dan salawat. Salawat adalah cahaya yang menghidupkan majelis, menguatkan hati, dan menyambungkan cinta kita kepada Rasulullah SAW.
Dengan ilmu yang dipahami, iman yang bertambah, dan niat yang lurus, peringatan Isra’ Mi’raj akan melahirkan perubahan nyata dalam hidup: lebih dekat kepada Allah dan lebih cinta kepada Nabi.
Di akhir pesan, ustaz mengingatkan agar peringatan ini tidak berubah menjadi ajang berlebihan yang keluar dari tuntunan syariat. Karena sejatinya, perayaan yang paling indah adalah perayaan yang membuat iman tumbuh, hati lembut, dan amal semakin baik.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum





