jpnn.com, CISARUA - Puluhan rumah tertimbun material dalam insiden tanah longsor yang menerjang wilayah Kampung Babakan RT 05 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari.
Ahmad, warga Pasirlangu menceritakan bagaimana mencekamnya gundukan tanah tiba-tiba menerjang kediamannya.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Ikut Cari Korban yang Tertimbun Longsor di Cisarua KBB, 3 Jenazah Ditemukan
Pria 40 tahun tersebut berhasil menyelamatkan diri bersama keluarganya, setelah mendengar suara gemuruh dari atas rumahnya.
Ahmad menuturkan ketika itu dia bersama anak dan istrinya sedang tidur pulas karena memang seharian wilayah tersebut diguyur hujan disertai angin kencang.
BACA JUGA: Sekda Jabar Ungkap Penyebab Longsor Cisarua KBB yang Tewaskan 8 OrangÂ
Tiba-tiba Ahmad mendengar suara gemuruh dari arah atas rumahnya.
"Saya langsung bangun dan keluar rumah sudah ada gunungan tanah. Langsung pada teriak histeris," ungkap Ahmad.
BACA JUGA: Tanah Longsor di Cisarua KBB, 30 Rumah Tertimbun
Melihat gunungan tanah sudah di depan rumahnya, Ahmad langsung menyelamatkan diri bersama keluarganya.
Setelah itu rumah Ahmad dan milik warga lainnya langsung tertimbun material tanah dan sayuran.
"Awalnya saya mau nolongin yang lain, tapi melihat tanah sudah ada di depan rumah saya langsung evakuasi keluarga. Sekarang udah ngungsi ke rumah sodara," ujarnya.
Hal serupa dialami Gun Gun Gunawan. Dia menjadi saksi betapa dahsyatnya longsor yang meratakan rumah-rumah di kampung tepatnya tinggal. Saat kejadian, kebetulan dia belum terpejam.
"Saya belum tidur waktu itu, kemudian dengar suara gemuruh juga. Cuma waktu itu saya enggak langsung cek keluar, karena kondisi mati lampu," kata Gun Gun.
Beberapa menit berselang, barulah dia membangunkan anak dan istrinya yang sedang terlelap.
"Saya enggak ngecek dulu longsornya, karena saya pikir gempa karena tanahnya bergetar. Dari situ saya langsung bawa anak istri ke tempat aman. Sekarang rumah ditinggal dulu, enggak berani pulang karena takut ada longsor lagi," terang Gun Gun. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


