Pada bagian ini, ustaz menjelaskan dengan indah mengapa Allah menetapkan shalat hanya lima waktu, padahal awalnya diperintahkan lima puluh waktu.
Semua itu bukan karena Allah mengurangi nilai ibadah, tetapi justru karena rahmat dan kasih sayang-Nya kepada umat Nabi Muhammad SAW. Dari lima puluh, Allah ringankan menjadi lima, namun pahalanya tetap disempurnakan seperti lima puluh waktu.
Inilah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya.
Lima waktu shalat juga bukan sekadar pembagian waktu, tapi disesuaikan dengan ritme kehidupan manusia. Subuh menjadi awal langkah yang penuh kesejukan, mengajarkan kita memulai hari dengan mengingat Allah agar setiap ikhtiar diberkahi.
Zuhur hadir di tengah lelah, mengingatkan bahwa raga boleh lelah, tapi ruh harus tetap hidup. Asar menjadi peringatan sebelum gelap datang, agar kita bersiap dan tidak lalai.
Maghrib mengajarkan kita mengingat Allah di pergantian siang dan malam. Dan Isya menutup hari dengan penyerahan diri penuh kepada Allah sebelum tidur.
Ustaz menegaskan bahwa shalat lima waktu sudah cukup untuk mengawal perjalanan hidup manusia. Karena ibadah bukan hanya shalat, tapi juga berbakti kepada orang tua, menunaikan tanggung jawab, mencari nafkah halal, dan berbuat baik kepada sesama.
Semua itu juga bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat karena Allah.
Ceramah ini membuat kita memahami bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, tapi penjaga ritme hidup dan penguat jiwa dalam setiap langkah kehidupan.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum




