OJK: Tren Penurunan Jumlah ATM Kemungkinan Terus Berlanjut

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tren penurunan jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Indonesia kemungkinan akan terus berlanjut. Kondisi ini seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di sektor keuangan yang kian masif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan adopsi teknologi informasi di sektor keuangan semakin masif, yang berujung pada perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan dari bank.

“Tidak tertutup kemungkinan bahwa tren penurunan jumlah ATM akan terus berlanjut,” kata Dian dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Sabtu (24/1/2026).

Dia menuturkan, adopsi teknologi digital dalam layanan perbankan memungkinkan nasabah mengakses layanan kapan saja dan di mana saja. 

Selain itu, kata dia, kebutuhan penggunaan ATM menjadi semakin diminimalisir seiring semakin mudahnya akses layanan melalui aplikasi dan platform daring, serta meningkatnya penggunaan pembayaran non tunai.

Di sisi lain, Dian menyebut bahwa perbankan tetap melihat efisiensi operasional sebagai salah satu fokus industri, sehingga peningkatan akses layanan digital akan mendukung peningkatan efisiensi operasional perbankan melalui pengurangan biaya infrastruktur fisik dan optimalisasi proses layanan.

Baca Juga

  • Jumlah ATM Terus Berkurang, Bank Fokus Perkuat Layanan Digital?
  • Ribuan Mesin ATM Bank Gugur dalam Setahun
  • Ribuan ATM Tutup Sepanjang 2025, Intip Kondisinya di BTN dan BCA

“Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memperkuat kinerja keuangan dan mendukung profitabilitas perbankan,” ujarnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi mendorong transaksi keuangan non-tunai atau cashless yang semakin meluas di masyarakat. 

Menurutnya, sistem cashless ini dapat mendukung transaksi ekonomi yang berjalan menjadi lebih efisien, sehingga diharapkan akan lebih mendorong peningkatan aktivitas perekonomian lebih lanjut.

Adapun OJK melaporkan ribuan mesin ATM di Tanah Air tutup dalam setahun. Berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis OJK, jumlah mesin ATM, CDM, dan CRM di Indonesia mencapai 89.774 unit hingga kuartal III/2025.

Jumlah itu menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 91.173 unit. Itu artinya ada 1.399 unit yang tutup dalam setahun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AirAsia Hyrox Jakarta dan Kuala Lumpur Masuk Kalender Utama Hyrox 2026
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Perkuat Kerja Sama Strategis, Presiden Prabowo Sambangi Presiden Macron di Paris
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Reuni Bek Timnas di Persija, Jordi Amat Sambut Hangat Kedatangan Shayne Pattynama
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Belajar di Tenda Darurat, SD di Tapanuli Tengah Butuh Perabot dan Perangkat Belajar
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Tito Karnavian Pastikan Pemulihan Sekolah Pascabencana di Tapanuli Tengah
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.