Belajar di Tenda Darurat, SD di Tapanuli Tengah Butuh Perabot dan Perangkat Belajar

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Tapanuli Tengah 

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung kondisi SDN 155678 Hutanabolon 2, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Sabtu, 24 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Tito berdialog dengan Kepala Sekolah Ramiannum Tambunan terkait kondisi sekolah pascabanjir.

Tito didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Ia menanyakan kondisi sekolah, jumlah murid, serta situasi kegiatan belajar-mengajar yang hingga kini masih berlangsung di tenda darurat.

“Kita berada di sekolah SD. Jumlah murid SD-nya berapa, Bu?” tanya Tito kepada kepala sekolah, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ramiannum menjelaskan, SDN 155678 Hutanabolon 2 memiliki 165 murid, dengan 12 guru PNS dan 8 guru honorer. Sekolah tersebut terdampak banjir dan sempat dipenuhi lumpur, meski tidak mengalami kerusakan berat pada bangunan.

Saat ini, kegiatan belajar-mengajar masih dilakukan di dua tenda darurat bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sejumlah kursi dan perlengkapan belajar masih memanfaatkan fasilitas yang tersisa dari sekolah.

“Sekarang masih belajar di tenda, Pak, karena ruang kelas masih dalam proses pembersihan dan perbaikan,” ujar Ramiannum.

Tito mengapresiasi kerja cepat pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan yang terlibat dalam pembersihan dan perbaikan sekolah. Ia menilai semangat gotong royong menjadi kunci dalam proses pemulihan pascabencana.

Meski demikian, Tito menyoroti kondisi belajar yang belum ideal karena beberapa kelas masih harus digabung, sehingga pembelajaran belum berjalan optimal.

“Secepat mungkin kembali ke sekolahnya dan pembagian kelasnya jelas, sehingga proses belajar-mengajar bisa lebih lancar,” kata Tito.

Dalam dialog tersebut, Tito juga menanyakan kebutuhan mendesak sekolah. Ramiannum menyampaikan banyak perabot sekolah yang rusak, termasuk komputer, laptop, dan perangkat pengeras suara.

“Masih banyak yang kurang, Pak. Mebel hancur semua, komputer, laptop, dan juga loudspeaker,” ucap Tito.

Menanggapi hal tersebut, Tito menyatakan akan mengoordinasikan kebutuhan sekolah dengan pemerintah daerah dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Nanti akan kami pikirkan bersama Pak Gubernur dan Pak Bupati, lalu akan saya sampaikan ke Mendikdasmen,” ucap Tito.

Ia pun menyemangati pihak sekolah agar tetap optimistis dan menargetkan percepatan perbaikan agar kegiatan belajar-mengajar dapat segera kembali normal. 

“Sabar, tetap semangat ya, Bu. Kita usahakan secepat mungkin,” tutur Tito.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
E-Commerce 2026, Akhir Pesta Bakar Uang
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lokakarya Indonesia-AS Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Riset
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Situ di Jakarta Tinggal 200, Pemprov DKI Percepat Pembangunan Waduk
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK Sita Uang Ratusan Juta Usai Geledah Kantor PMPTSP Madiun
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
5 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Manipulatif
• 10 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.