Bisnis.com, JAKARTA - Drama perang saudara terjadi antara Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani menghadapi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dalam laga semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Dalam pertandingan straight game, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan junior mereka, Raymond/Joaquin. Skor 2-0 untuk kemenangan Raymond/Joaquin.
Pada awal gim pertama, Sabar/Reza sempat unggul 6:1 dan memimpin 11:7 saat interval.
Namun, Raymond/Joaquin mampu mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan menjelang akhir gim, 17:17.
Dengan mental kuat dan ketenangan, Raymond/Joaquin mengunci kemenangan gim pertama 21:19 atas Sabar/Reza. Skor 1-0.
Memasuki gim kedua, Raymond/Joaquin menunjukkan mentalitas luar biasa sebagai pasangan junior. Mereka tampil dominan dan menutup gim kedua dengan kemenangan telak 21:14, sekaligus memastikan kemenangan 2-0.
Baca Juga
- Indonesia Masters 2026: Drama Rubber Game, Febi/Rachel Gagal Amankan Tiket Final
- Indonesia Masters 2026: Tumbang dalam Rubber Game, Jafar/Felisha Gagal Amankan Tiket Final
- Indonesia Masters 2026: Kalahkan Chi Yu Jen dalam Straight Game, Alwi Farhan Melaju Mulus Ke Final
Dengan hasil tersebut, Raymond/Joaquin menjadi wakil Indonesia kedua yang berhasil mengamankan tiket ke final Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Nikolaus Joaquin mengomentari hasil pertandingan melawan seniornya. Ia mengaku permainan mereka berjalan sesuai rencana.
“Kami sudah menjalankan rencana dari awal dengan pola menyerang. Meski di gim pertama sempat tertinggal karena kaget dengan pola permainan mereka,” ujar Joaquin usai pertandingan.
Sementara itu, rekan Joaquin, Raymond Indra, mengungkapkan keinginannya untuk meraih gelar juara di Istora.
“Sangat senang bisa bermain di Istora. Dari dulu melihat senior bisa juara di sini, kami juga ingin juara,” tutur Raymond.
“Harapannya besok Istora penuh, mendukung dan memberi semangat untuk kami,” sambungnya.
Joaquin juga menjelaskan cara menjaga mentalitas hingga melangkah ke final Indonesia Masters 2026.
“Kami mulai lagi dari bawah di Indonesia Masters ini, tidak terpaku pada hasil juara di Australia sebelumnya. Target kami tetap dari awal sampai bisa juara di Istora,” ujar Joaquin.
“Kami menjaga mental saat melawan senior dengan mencoba bermain lebih berani. Bukan untuk meledek lawan, tapi untuk meningkatkan kepercayaan diri,” tutupnya.





