Proses pencarian korban bencana tanah longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Minggu (25/1) pagi. Penghentian sementara dilakukan karena kondisi tanah yang dinilai masih berbahaya dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Setiawan mengatakan, berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan hingga Sabtu (24/1) sore, kondisi tanah di lokasi longsor masih sangat labil.
“Insyaallah besok pagi akan kita lakukan kembali, karena hasil asesmen kita sampai sore ini masih dikhawatirkan ada longsor susulan. Dan hasil asesmennya, tanahnya itu berlumpur air, kedalaman sekitar 5 meter. Cukup berbahaya," kata Rudy di lokasi.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi kendala utama bagi tim gabungan dalam melanjutkan pencarian korban hari ini.
"Itu jadi kendala kita, ya," ujarnya.
Terkait pelibatan anjing pelacak atau K-9, Rudy memastikan unit tersebut telah disiagakan di lokasi dan akan diturunkan saat pencarian kembali dilanjutkan.
"Insyaallah sudah ada di sini, tapi kita turunkan besok. Karena hari ini sudah dinyatakan kita apa, berhenti dulu, dilanjutkan besok pagi," ucapnya.
Bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam. Longsor menerjang permukiman warga di lereng Gunung Burangrang dan menyebabkan kerusakan material yang cukup masif.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sedikitnya 30 unit rumah terdampak, dengan satu rumah mengalami rusak berat. Peristiwa ini juga mengakibatkan 10 orang meninggal dunia.
Selain korban meninggal, petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dinyatakan hilang. Sementara itu, sekitar 400 warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian.




