Jakarta, VIVA — Kabar bergabungnya tokoh politik Rusdi Masse ke PSI (Partai Solidaritas Indonesia), disambut positif Ketua DPP PSI Bidang Hukum, Nasrullah.
Menurutnya, jika keputusan tersebut benar-benar terealisasi, hal itu akan menjadi tambahan energi bagi partai berlambang gajah tersebut.
“Secara pribadi, saya menyambut dengan rasa senang apabila benar Bapak Rusdi Masse memutuskan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Saya memandang beliau sebagai tokoh dengan pengalaman kepemimpinan dan pengaruh politik yang kuat, yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan dan penguatan PSI ke depan,” kata Nasrullah, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menilai, kehadiran figur dengan pengalaman dan jejaring politik yang luas seperti Rusdi Masse berpotensi memperkuat PSI, baik dari sisi internal organisasi maupun ekspansi politik ke berbagai daerah.
“Kehadiran tokoh seperti Rusdi Masse, apabila terealisasi, saya yakini akan membawa energi positif bagi PSI, baik dalam memperkuat struktur organisasi maupun memperluas jangkauan politik partai di tingkat nasional dan daerah. Pengalaman dan jejaring yang dimiliki tentu menjadi modal penting dalam proses membesarkan partai secara bersama-sama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nasrullah menegaskan bahwa dinamika masuknya tokoh-tokoh politik ke dalam partai merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Ia memandang perkembangan tersebut sebagai sinyal positif bagi PSI sebagai partai yang terus tumbuh.
“Saya melihat dinamika ini sebagai bagian dari proses politik yang wajar dan sehat. PSI terus berkembang dan semakin dipercaya sebagai rumah politik yang terbuka, inklusif, dan memberikan ruang bagi tokoh-tokoh yang ingin berkontribusi secara serius dalam membangun partai,” tuturnya.
Nasrullah pun menyatakan optimismenya terhadap masa depan PSI apabila seluruh kader dan tokoh yang bergabung dapat bekerja secara kolektif dan solid.
“Saya optimistis, dengan kebersamaan seluruh kader dan tokoh yang bergabung, PSI akan semakin solid dan mampu memainkan peran yang lebih besar dalam dinamika politik nasional ke depan,” kata dia.




