Jelang Muktamar NU, Nama Kiai Said Aqil Siradj Digadang-gadang Jadi Rais Aam PBNU

okezone.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sosok ideal Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi topik utama. Pasalnya, jabatan Rais Aam bukan sekadar posisi struktural, melainkan simbol marwah, otoritas tertinggi Syuriyah, sekaligus penentu arah strategis jam’iyah pewaris para nabi ini di tengah dinamika nasional dan global.

‘’Pemilihan Rais Aam harus berangkat dari kriteria yang tegas sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), bukan semata pertimbangan popularitas figur,’’ujar Tokoh NU KH Imam Jazuli, Sabtu (24/1/2026).

Dikatakannya, dalam kepengurusan NU, Syuriyah adalah lembaga tertinggi yang memegang kendali organisasi para ulama ini seutuhnya. Syuriyah PBNU dipimpin seorang Rais Aam yang biasanya dipilih berdasarkan kriteria yang ketat. 

Baca Juga :
Petinggi PBNU Bantah Terima Duit Kasus Kuota Haji, KPK Kantongi Bukti

“Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah simbol marwah, pemimpin spiritual, dan pengambil kebijakan strategis jam’iyah. Karena itu, yang paling penting bukan siapa orangnya, tetapi apakah ia memenuhi kriteria,” ungkapnya.

Pengasuh Pondok Bina Insan Mulia Cirebon ini menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang harus dimiliki Rais Aam PBNU, yakni alim, faqih, zahid, serta berwibawa dan berpengalaman dalam organisasi, yang diperkuat dengan nilai muru’ah, futuwwah, dan muharrikan (penggerak).

Berdasarkan kriteria tersebut, dia menilai Kiai Said Aqil Siradj sebagai sosok yang paling memenuhi syarat untuk memimpin Syuriyah NU pada periode mendatang.

Baca Juga :
Dalami Dugaan Aliran Dana Kasus Haji, KPK Periksa Ketua Bidang Ekonomi PBNU

“Jika kriteria itu diterapkan secara objektif, maka Kiai Said Aqil Siradj muncul sebagai figur yang paling lengkap dan paripurna,” ujarnya.

Sementara dari sisi keilmuan, kata dia, Kiai Said Aqil disebut sebagai ulama alim dan faqih dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Ummul Qura, Makkah, serta penguasaan mendalam terhadap khazanah keilmuan Islam klasik (turats) dan pemikiran kontemporer.

 

Baca Juga :
KPK Periksa Ketua PBNU Bidang Ekonomi Terkait Kasus Kuota Haji


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Reuni di Villa Park, Tammy Abraham Segera Rampungkan Kepindahan ke Aston Villa
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Hindari Penurunan Tanah Makin Parah, Pemprov Jakarta Ajak Warga Beralih Pakai Air PAM
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kasus PT Dana Syariah, Bareskrim: 15.000 Lender Jadi Korban Fraud
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Gresik Ringkus Pengedar Sabu Jaringan Lintas Kota
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Fajar/Fikri & Raymond/Joaquin Buka Suara soal Psywar di Indonesia Masters
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.