Grid.ID - Dedi Mulyadi akan bentuk Danantara versi Jabar (Jawa Barat). Sang gubernur sentil BUMD yang tak cukup beri keuntungan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi tanggapan terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat yang dikabarkan merugi. Kondisi ini lantas mendapat sorotan darinya.
Dedi menyebut kondisi BUMD Jabar saat ini tidak memberi keuntungan, justru sebaliknya. Guna menyelesaikannya, ia pun berencana untuk membuat perubahan.
Ia menginginkan BUMD Jabar dibentuk holding seperti Danantara. Namun satu BUMD nantinya tidak masuk holding khusus yaitu Bank Jabar Banten (BJB).
"Konsep Danantara merupakan konsep yang akan diikuti oleh Pemprov Jabar, karena banyak BUMD yang namanya ada, tapi aktivitasnya tidak ada," ujar Dedi, dikutip dari Tribun Jabar.
"Tetapi asetnya relatif tinggi hampir 4 triliun aset. Dan itu sebuah nilai strategis," tambahnya.
Diketahui, saat ini terdapat sekitar 41 BUMD di Jawa Barat. Puluhan BUMD itu bergerak di berbagai bidang, mulai dari keuangan, konstruksi, energi, ketahanan pangan, pariwisata, jasa, dan lainnya.
Keputusan Dedi dilatarbelakangi oleh beberapa hak yang dinilai tidak beres dalam skema lelang dan kerja di BUMD Jabar. Ia lalu mencontohkan salah satu BUMD yang menyewakan mobil listrik ke Pemprov Jabar dengan nilai satu mobil Rp 350 juta setiap tahun.
"Itu dalam satu tahun menghabiskan Rp 11 miliar lebih. Saya coret sekarang, karena BUMD-nya sampai sekarang enggak ada duit, karena uang pendaparan yang Rp 11 miliar itu dibikin lagi anak perusabaan baru. Untuk mengkamuflase agar uangnya lari," ujar Dedi.
Lebih lanjut, menurutnya, pengelolaan BUMD harus mengedepankan aspek independensu dan tidak diintervensi oleh kepentingan politik. Ia juga mengklaim bahwa semenjak menjabat sebagai gubernur, ia tidak pernah menempatkan orang-orang dari tim suksesnya di BUMD.
"Saya tidak melakukan itu."
"Karena finansial itu harus netral dari intervensi politik dan dari penempatan tim sukses dalam pengelolaan. Dan itu saya lakukan di Jawa Barat. Saya enggak mau itu," tambahnya.
Melihat berbagai hal yang ada di lapangan membuat Dedi Mulyadi akan bentuk Danantara versi Jabar. Sebab selama ini, BUMD tak cukup memberi keuntungan menurutnya. (*)
Artikel Asli




