Said Aqil Siradj Dinilai Paling Penuhi Kriteria Rais Aam PBNU

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Cirebon, VIVA – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), diskursus mengenai sosok ideal Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi topik utama. 

Jabatan Rais Aam dinilai bukan sekadar posisi struktural, melainkan simbol marwah, otoritas tertinggi Syuriyah, sekaligus penentu arah strategis jam’iyah pewaris para nabi ini di tengah dinamika nasional dan global.

Baca Juga :
Forum Kiai Minta Rais Aam Gelar Muktamar ke-35 NU Secepatnya, Ini Alasannya
Prahara Korupsi dan Zionisme di Bumi NU

KH Imam Jazuli mengatakan pemilihan Rais Aam harus berangkat dari kriteria yang tegas sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), bukan semata pertimbangan popularitas figur.

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo bersama mantan ketua umum NU Said Aqil Siroj di Jakarta, Kamis malam, 5 Oktober 2023.
Photo :
  • ANTARA/Mario Sofia Nasution

“Dalam struktur NU, Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah simbol marwah, pemimpin spiritual, dan pengambil kebijakan strategis jam’iyah. Karena itu, yang paling penting bukan siapa orangnya, tetapi apakah ia memenuhi kriteria,” kata KH Imam Jazuli dalam keterangannya, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat pilar utama yang harus dimiliki Rais Aam PBNU, yakni alim, faqih, zahid, serta berwibawa dan berpengalaman dalam organisasi, yang diperkuat dengan nilai muru’ah, futuwwah, dan muharrikan (penggerak).

Berdasarkan kriteria tersebut, Imam Jazuli menilai KH Said Aqil Siradj sebagai sosok yang paling memenuhi syarat untuk memimpin Syuriyah NU pada periode mendatang.

“Jika kriteria itu diterapkan secara objektif, maka KH Said Aqil Siradj muncul sebagai figur yang paling lengkap dan paripurna,” ujarnya.

KH Said Aqil juga disebut sebagai ulama alim dan faqih dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Ummul Qura, Mekkah, serta penguasaan mendalam terhadap khazanah keilmuan Islam klasik (turats) dan pemikiran kontemporer.

“Pemikiran beliau mencerminkan Islam wasathiyah. Teguh pada tradisi pesantren, tetapi mampu merespons modernitas tanpa kehilangan jati diri NU. Sehingga, kefaqihan KH Said Aqil bersifat solutif dan kontekstual, sehingga mampu memberikan jawaban atas persoalan umat di era perubahan sosial yang cepat,” jelasnya.

Gedung PBNU
Photo :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Dalam aspek spiritualitas, KH Said Aqil dinilai memiliki karakter zahid, yakni tidak terikat ambisi duniawi meskipun memiliki kapasitas dan akses kekuasaan.

Baca Juga :
Gus Salam Usul Lembaga Permusyawaratan Syuriah untuk Perkuat NU di Masa Depan
Fakta-fakta Polemik Pandji Pragiwaksono: Materi Mens Rea Dipersoalkan, NU–Muhammadiyah Kompak Bantah Mempolisikan
Gus Salam Dinilai Cocok Pimpin PBNU, Ini Alasannya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penyebab Kematian Selebgram Lula Lahfah Masih Jadi Misteri, Pihak Keluarga Tegas Tolak Autopsi 
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Internasional, Perkuat Peran Dorong Perdamaian Palestina
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Banjir Bandang di Purbalingga Bawa Kayu Gelondongan
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional Diintegrasikan Mulai Tahun 2026
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Marshanda dan Nia Ramadhani Bestie, Cara Merawat Persahabatan Meski Jadwal Padat
• 9 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.