TEBINGTINGGI (Realita)- Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebingtinggi, kembali memakan korban. Kali ini, kecelakaan terjadi di kawasan Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (21/1/2026).
Akibat dari kejadian nahas ini, dikabarkan sebanyak sembilan orang menjadi korban kecelakaan kereta api kontra Toyota Avanza ini. Dari sembilan orang korban, delapan di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
Baca juga: Diduga Depresi, Pria Tak Dikenal Tabrakkan Diri ke Kereta Api
"Tadi informasi dari orang yang sudah duluan ke lokasi ada sembilan korbannya, satu anak-anak. Tapi pas saya di sana, ada tiga mayatnya sudah ditutup plastik," ujar Ari Naldi, warga yang berada di lokasi kejadian.
Diungkapkan Ari, di lokasi tersebut memang sudah sejak lama tak memiliki fasilitas palang pintu. Namun, beberapa waktu terakhir ada sejumlah warga yang menjadi relawan untuk membantu pengendara saat menyebrang perlintasan kereta api.
"Biasanya ada yang jaga, ada anak-anak sama ada juga kadang bapak-bapak. Tapi tadi enggak tau juga ada atau enggak yang jaga," katanya.
Informasi yang didapat dari sejumlah sumber, saat ini seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun luka berat sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Kota Tebingtinggi. Sejauh ini, masih belum diketahui identitas para korban dalam peristiwa nahas ini.
Namun, dari informasi di media sosial, ditemukan KTP atas nama Rizal dan Risnawati. Keduanya warga Kecamatah Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.
Data terakhir kereta api tabrak Toyota Avanza di perlintasan tanpa palang pintu Link III, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18:30 WIB merenggut nyawa 9 orang.
Kronologis laka maut itu, ketika mobil Toyota Avanza BK 1657 ABP yang disopiri Abdul Kadir (43) warga Pasar IV, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan membawa 8 penumpang menuju Kota Tebing Tinggi dan melintasi rel kereta api tanpa palang pintu.
Baca juga: Asyik Main Layangan, Bocah 8 Tahun Tewas Ditabrak Kereta
Naas, saat itu juga melaju kereta api Sri Bilah Utama KA U54 CC 2018344 dengan masinis Hendrik Santoso (37) dan asisten masinis Goklas Junior (35) yang datang dari Kisaran menuju Medan dan menghantam mobil Avanza hingga menyeretnya sejauh 20 meter membuat kereta api berhenti.
Kuatnya hantaman itu membuat supir mengalami luka berat dan meninggal saat mendapatkan perawatan di RS. Bhayangkara Tebing Tinggi. Sedangkan 8 penumpang meninggal di tempat. Dari 8 penumpang itu terdapat dua orang anak.
8 penumpang meninggal adalah Rizal (59) warga Desa Sigara Gara, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, Daratul Laila (50), Risnawati (57), MH (4), MA (6), Asrah (80), Sri Devi (41) dan Suhery (40) ke tujuhnya warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, Deli Serdang. Selanjutnya dievakuasi ke RS. Bhayangkara Tebing Tinggi.
Menurut saksi mata Syahril (64) warga setempat mengatakan sudah meneriaki mobil tersebut untuk tidak melintas karena ada kereta api, namun teriakannya bersama warga tidak dihiraukan hingga akhirnya terjadi tabrakan tersebut.
Baca juga: Terobos Palang Pintu, Taksi Listrik Ditabrak Kereta
Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya SIK, MH mengatakan akibat kejadian itu 9 orang meninggal, 8 penumpang dan 1 orang supir. Korban tewas kini sudah dibawa kerumah duka di Deli Serdang dengan menggunakan 9 mobil ambulan.
Informasi didapat, korban berangkat dari Deli Serdang menghadiri acara keluarga di Batu Bara, selanjutnya menjenguk keluarga di Sei Segiling dan melanjutkan pulang kerumah ke Deli Serdang.
" Peristiwa ini sudah ditangani Sat Lantas Polres Tebing Tinggi, korban tewas sudah dibawa kerumah duka dan mobil Avanza telah diamankan" papar Kasat Lantas.ji
Editor : Redaksi

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471174/original/058386200_1768279410-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_3.jpg)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)