Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ganda Putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu harus mengakhiri langkah di babak semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari wakil Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.
Lanny mengakui permainan pasangan Malaysia tersebut membuat mereka kesulitan keluar dari tekanan, terutama setelah pola permainan mulai terbaca lawan.
(Foto: Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu (Dok. TVRINews/Mukhamad Fakhtur Rozaq))
“Di set pertama saya masih cukup enak mainnya. Tapi di set kedua, servis dan pembukaan saya sudah ketebak semua. Dari situ saya enggak bisa keluar dari tekanan,” ujar Lanny kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Sabtu, 24 Januari 2026.
Apriyani menambahkan laga ini menjadi pertemuan pertamanya dengan Pearly/Thinaah bersama pasangan baru. Kondisi tersebut, ditambah proses pemulihan pascacedera, membuat permainan mereka tidak berkembang.
“Ini baru pertama kali saya main lawan mereka dengan partner yang berbeda, dan saya juga baru balik dari cedera. Pola permainan kami sudah ketebak dari awal sampai akhir, terutama di set kedua,” kata Apriyani.
Ia mengakui hasil di semifinal ini masih jauh dari ekspektasi. Ia menilai ada banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama untuk menghadapi pasangan-pasangan papan atas dunia.
“Pastinya jauh dari ekspektasi. Banyak hal yang harus saya kuasai lagi, terutama penguasaan lapangan, defense, tenaga kaki, dan pikiran. Fokus itu yang harus saya kembalikan,” ucap Apriyani.
Sementara itu, Lanny menyoroti aspek nonteknis sebagai bahan evaluasi utama. Ia menilai kemampuan keluar dari tekanan menjadi hal krusial ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana.
(Foto: Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu (Dok. TVRINews/Mukhamad Fakhtur Rozaq))
“Kalau bola sudah ketebak, saya harus bisa keluar dari tekanan dan enggak bingung sendiri di lapangan. Itu evaluasi buat saya,” tutur Lanny.
Meski gagal melaju ke final, Lanny/Apriyani sejatinya telah memenuhi target awal yang dipatok pelatih, yakni menembus semifinal. Namun, keduanya mengaku tetap kecewa karena tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik.
“Targetnya memang semifinal, tapi kami sebenarnya ingin lebih. Yang bikin kecewa karena hari ini enggak bisa mengeluarkan semua permainan,” kata Lanny.
Usai Indonesia Masters 2026, Lanny/Apriyani dijadwalkan melanjutkan tur ke Thailand Masters. Keduanya memilih menjalani musim secara bertahap tanpa memasang target muluk.
“Step by step saja,” ujar Apriyani.
Meski sektor ganda putri gagal menempatkan wakil di final, Indonesia tetap memiliki dua wakil di partai puncak. Alwi Farhan melaju ke final tunggal putra, sementara sektor ganda putra menghadirkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Editor: Redaksi TVRINews




