Dirjen Minerba Yakin Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Pengaruhi Penerimaan Negara

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dirjen Minerba memastikan pemangkasan produksi batu bara dan nikel pada 2026 tidak pengaruhi faktor penerimaan negara.

Dirjen Minerba Yakin Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Pengaruhi Penerimaan Negara. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno memastikan pemangkasan produksi batu bara dan nikel pada 2026 tidak pengaruhi faktor penerimaan negara.

Kementerian ESDM menetapkan kuota produksi batu bara nasional pada 2026 sekitar 600 juta ton. Sementara untuk komoditas nikel produksinya hanya terbatas diangka 250-260 juta ton pada tahun ini.

Baca Juga:
Pemanfaatan Batu Bara Tembus 790 juta Ton Sepanjang 2025 , 65 Persen untuk Ekspor

"Memang logikanya kalau pemangkasan produksi, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) tidak tercapai. Tetapi ada beberapa hal yang bisa kita optimalkan terkait harga yang akan naik dari komoditas tersebut," ujarnya saat ditemui di Kawasan Senayan, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, dengan pemangkasan produksi nikel dan batu bara, akan mengatasi permasalahan over supply global kedua komoditas tersebut. Kondisi inilah yang diyakini membuat harga batu bara dan nikel tertekan beberapa waktu belakangan.

Baca Juga:
50 Ribu Ton Batu Bara Ilegal Ditemukan di Sepanjang Jalur Sungai Mahakam

"Kita optimalisasi penerimaan melalui, seperti biasa, pemeriksaan dari aplikasi PNBP, dan yang sudah kita lakukan. Kemudian ada beberapa pengawasan yang akan kita lakukan, termasuk di antaranya, kita akan ada beberapa kebijakan lain nanti," tambahnya.

Ia menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai komoditas tambang dunia, mulai dari batu bara, nikel, tembaga hingga timah. Namun demikian, besarnya produksi nasional tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan Indonesia dalam mengendalikan harga komoditas global.

Baca Juga:
Kementerian ESDM Sebut 300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan RKAB 2026

Untuk batu bara, Asia menyumbang sekitar 74 persen dari total produksi dan konsumsi dunia. Sementara Eropa dan Amerika tidak lagi menjadi pasar dengan pertumbuhan signifikan.

Dari total perdagangan batu bara dunia yang mencapai sekitar 1,5 miliar ton, Indonesia menyumbang lebih dari 500 juta ton, atau di atas 30 persen bahkan mendekati 40 persen pangsa perdagangan global.

"Batu bara yang diperdagangkan di global itu kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton. Dari 1,3 miliar ton, Indonesia menyuplai 514 juta ton atau sekitar kurang lebih sekitar 43 persen. Akibatnya apa? Supply dan demand itu tidak terjaga yang pada akhirnya membuat harga batu bara turun," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beberapa waktu lalu.

Posisi Indonesia jauh lebih kuat di sektor nikel. Dari total kebutuhan nikel dunia sekitar 3,2–3,4 juta ton per tahun, produksi Indonesia mencapai 2,2 juta ton atau sekitar 65 persen dari pasokan global. Dengan porsi sebesar itu, Indonesia menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dan baja tahan karat dunia.

"Produksi (batu bara) akan kita turunkan supaya harga bagus dan tambang ini kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi jangan cara berpikir kita mengelola sumber daerah alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita harus jaga aspek-aspek keadilan juga kita harus jaga," tambah Bahlil.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menko PMK: Penguatan Keluarga Jadi Fondasi Utama Pembangunan Manusia
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Donetsk Jadi Titik Mati: Perundingan AS–Rusia–Ukraina Ambruk, Trump Guncang NATO
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Nasrullah Menyambut Baik Kabar Rusdi Masse Gabung PSI
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Pelita Air Gelar Giveaway Tiket Jakarta-Singapura
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Eks Menpora Dito Bantah Ada di Rumah Bos Travel Maktour Saat Digeledah KPK
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.