Bisnis.com, MEDAN - PT Kawasan Industri Medan (KIM), anak usaha PT Danareksa (Persero) optimis dapat menjadi tujuan investasi utama di Sumut dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi saat menemui Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (22/1/2026).
“Dengan dukungan penuh dari Pemprov Sumut, PT KIM optimis akan tercipta iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan, menjadikan KIM sebagai destinasi unggulan bagi investor,” kata Yadi Jaya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).
Sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, PT KIM berkomitmen menjadi pendorong utama hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja. PT KIM juga berupaya mewujudkan industri nasional yang mandiri, sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.
Yadi Jaya menyebut sinergi BUMN dan pemerintah daerah adalah kunci untuk menuju masa depan industri Indonesia yang inklusif dan kompetitif secara global.
“Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mempererat sinergi antara pemegang saham di dalam koordinasi untuk percepatan pengembangan kawasan industri di wilayah Sumatra Utara,” ujar Yadi Jaya.
Sementara itu Gubernur Sumut Bobby Nasution berharap PT Danareksa dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung petani dan pelaku usaha lokal agar mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Bobby berangan-angan Sumut mampu menjadi pusat industri terpadu di gerbang barat Indonesia sehingga dapat menyokong target pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 8%.
“Sumut punya keunggulan letak geografis yang dekat dengan pasar internasional. Potensi ini harus kita maksimalkan agat tak kalah saing dengan kawasan industri di luar Sumut,” kata Bobby.
Lebih jauh, pertemuan yang turut dihadiri oleh Komisaris PT KIM Kahfi Aulia tersebut juga membahas integrasi antara Kawasan Industri Medan (KIM), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung, hingga Pelabuhan Belawan.
Bobby mengusulkan pembagian fungsi yang jelas antara Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung agar keduanya hidup.
Menurutnya, fungsi kedua pelabuhan harus dipisahkan agar saling dukung. “Kita harus adil membagi peran. Kalau Kuala Tanjung ingin hidup, fungsinya harus dipisahkan dengan Belawan,” ujar Bobby.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)