GenPI.co - Apple kini mengandalkan Google untuk memperkuat asisten virtual Siri dan fitur kecerdasan buatan (AI) lainnya ke iPhone.
Dilansir AP News, Jumat (23/1), langkah itu menandai upaya Apple untuk mengejar ketertinggalan dalam tren teknologi terbaru.
Kesepakatan tersebut memungkinkan Apple memanfaatkan teknologi AI Google, khususnya platform Gemini, untuk mengembangkan serangkaian fitur yang disebut "Apple Intelligence" pada iPhone dan produk Apple lainnya.
Setelah Google dan perusahaan lain memimpin di lini AI, Apple berjanji untuk menancapkan taruhan besar pertamanya melalui pembaruan perangkat lunak.
Namun, sebagian besar inovasi AI Apple masih dalam tahap pengembangan, sementara Google dan Samsung sudah meluncurkan berbagai teknologi di perangkat mereka sendiri.
Siri seharusnya diremajakan menjadi asisten yang lebih komunikatif dan multitasking, tetapi hingga kini masih sering membingungkan pengguna.
Keputusan Apple untuk mengadopsi AI Google dipandang sebagai kemenangan strategis bagi perusahaan pencarian tersebut.
Analis Wedbush Securities Dan Ives menilai kesepakatan ini sebagai momen validasi besar bagi Google.
Langkah tersebut memperkokoh posisi Google di tengah persaingan dengan OpenAI dan chatbot ChatGPT.
Kekuatan AI Google juga berdampak pada valuasi perusahaan induknya, Alphabet Inc., yang berhasil melampaui angka valuasi pasar USD 4 triliun untuk pertama kalinya.
Harga saham Alphabet melonjak setelah perusahaan lolos dari rencana pemerintah Amerika Serikat untuk memecah kerajaan internetnya.
Putusan itu juga membuka peluang bagi aliansi jangka panjang antara Google dengan Apple.
Saat ini, Google membayar Apple lebih dari USD 20 miliar per tahun agar mesin pencarinya tetap menjadi pilihan utama di iPhone dan produk Apple lainnya. (*)
Video heboh hari ini:





