Pemerintah Inggris geram atas komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Komentar Trump yang memicu pemerintah Inggris marah itu terkait pernyataannya mengenai tentara NATO tidak akan bertempur di garis depan di Afghanistan.
Trump menyampaikan pernyataan itu ketika diwawancara oleh Fox News, wawancara itu ditayangkan pada Kamis (22/1) lalu. Trump tampaknya tidak menyadari bahwa 457 tentara Inggris tewas dalam pertempuran di Afghanistan setelah serangan teror 11 September di Amerika Serikat.
"Mereka akan mengatakan mereka mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan," kata Trump dilansir AFP, Sabtu (24/1/2026).
"Dan memang benar, mereka agak di belakang, sedikit di luar garis depan," tambahnya.
Trump juga mengulangi pernyataannya bahwa NATO tidak akan membantu Amerika Serikat jika diminta.
Faktanya, setelah serangan 11 September 2001 tersebut, Inggris dan sejumlah sekutu lainnya bergabung dengan AS mulai tahun 2001 di Afghanistan setelah AS mengaktifkan klausul keamanan kolektif NATO.
Selain Inggris, pasukan dari negara-negara sekutu NATO lainnya termasuk Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Denmark, serta negara-negara lain juga tewas dalam pertempuran di Afghanistan.
(zap/isa)





