Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Tapanuli Tengah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera meninjau langsung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap terjaga pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Tito menyebut banjir menyebabkan aliran air sangat deras disertai gelondongan kayu dan lumpur yang berpotensi mengganggu infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kita ada di PLTA Sipansihaporas. PLTA ini fungsinya sebagai back up untuk menambah tenaga PLN, jaringan listrik untuk wilayah Sumatera, terutama Sumatera Utara,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menjelaskan PLTA Sipansihaporas memiliki peran strategis sebagai penopang pasokan listrik. Jika struktur PLTA tidak mampu menahan tekanan debit air dan material banjir, dampaknya dapat membahayakan wilayah di bagian hilir, termasuk Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
“Kalau sampai jebol, gelondongan kayu bisa menerjang ke bawah. Tapi alhamdulillah strukturnya kuat. Meski begitu, tetap perlu dilakukan pengecekan dan pengujian,” kata Tito.
Tito memastikan ecara operasional PLTA Sipansihaporas masih berfungsi dengan baik. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait kondisi debit air dan kapasitas pembangkit.
“Saya sudah koordinasi dengan PLN. Debit air cukup untuk mengeluarkan kapasitas watt yang sama dan fungsinya tetap sebagai back up,” tutur Tito.
Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengapresiasi kerja cepat berbagai pihak, khususnya jajaran TNI, dalam menangani dampak bencana di sekitar PLTA.
Meski kondisi umum sudah terkendali, masih terdapat sisa gelondongan kayu dan sedimen yang perlu segera dibersihkan.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pemulihan, termasuk dukungan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Menteri Pekerjaan Umum, serta Kementerian Kehutanan.
“Kayu-kayu ini perlu kita bersihkan bersama. Supaya daerah ini bisa berfungsi penuh dan strukturnya tetap terjaga jika terjadi bencana lagi,” ucap Tito.
Editor: Redaksi TVRINews




