Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil Provinsi Aceh melalui pembangunan jembatan penghubung antar desa.
Langkah ini dilakukan untuk membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta memulihkan aktivitas perekonomian masyarakat.
Pembangunan jembatan gantung menjadi salah satu prioritas utama di wilayah pedalaman. Di Kabupaten Pidie, jembatan gantung dibangun di Desa Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur.
Personel TNI bersama warga setempat bergotong royong menggali fondasi, mengumpulkan batu kali untuk dasar pondasi, serta mendirikan tiang penyangga di kedua sisi sungai.
Pembangunan serupa juga berlangsung di Desa Emping, Kecamatan Mutiara Barat. Di lokasi tersebut, personel TNI terlihat mengaduk campuran semen, pasir, dan kerikil untuk pengecoran tiang jembatan. Seluruh material diangkut secara manual menuju titik fondasi di tepi sungai.
Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, pembangunan jembatan gantung dilaksanakan di wilayah Ara Bungong, Kecamatan Peudada, dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 15 persen.
Pekerjaan lanjutan juga berlangsung di sejumlah wilayah lain, antara lain pengecoran pondasi di Dusun Gantung Langit, Kecamatan Silih Nara; Desa Burlah, Kecamatan Ketol, dengan progres sekitar 31,2 persen; serta Desa Kala Ili, Kecamatan Linge, dengan progres sekitar 20 persen.
Pembangunan jembatan gantung juga dilakukan di Desa Sekrak Kanan dan Desa Uyam Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, dengan progres sekitar 12 persen.
Adapun di Desa Gampung Lempuh, Kecamatan Putri Betung, pembangunan dan perbaikan jembatan gantung masih berada pada tahap awal dengan progres sekitar 1 persen, menyusul kerusakan jembatan akibat banjir.
Selain jembatan gantung, pemerintah juga membangun jembatan Armco sebagai akses penghubung yang lebih kokoh dan tahan terhadap kondisi alam.
Di Kabupaten Bireuen, perakitan jembatan Armco dilakukan di Desa Sala Sirung, Kecamatan Jeumpa. Jembatan ini merupakan bagian dari pembangunan jembatan Armco di tiga titik, dengan progres awal mencapai sekitar 15 persen.
Pemerintah turut membangun jembatan Bailey untuk membuka akses antarwilayah yang terpisah sungai.
Salah satunya adalah jembatan penghubung antara Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. Jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
Pemerintah menegaskan pembangunan jembatan di Aceh merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan nasional, khususnya di wilayah pedalaman dan rawan bencana.
Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu mempercepat pergerakan orang dan barang, memperkuat ketahanan wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, seluruh pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Aceh, terutama di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Editor: Redaksi TVRINews



