Zelenskyy Mengkritik Keras Eropa karena Dianggap “Tersesat” Hingga Seperti Tumpukan Pasir yang Terhampar

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.  Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat berpidato di Forum di Davos, Swiss menuduh Eropa gagal menjadi kekuatan global. Ketika perhatian Amerika Serikat beralih ke wilayah lain, Eropa seharusnya tampil memimpin dalam membela kebebasan dunia. Namun kenyataannya, Eropa justru kehilangan arah dan hanya berupaya membujuk Presiden AS agar mengubah sikapnya—padahal Trump tidak akan berubah.

“Presiden Trump menyukai dirinya yang sekarang. Meski ia juga mengatakan mencintai Eropa, ia tidak akan mendengarkan Eropa dalam kondisi seperti saat ini,” kata Zelenskyy. Ia baru saja melakukan pertemuan tertutup dengan Trump sebelum menyampaikan pidato tersebut.

Ia menambahkan, “Eropa lebih tampak seperti sebuah konsep geografis, sepotong sejarah, atau tradisi, ketimbang sebuah kekuatan politik atau negara adidaya yang sesungguhnya. Memang ada beberapa negara Eropa yang kuat, tetapi banyak yang berteriak ‘kita harus tetap kuat’, sambil menunggu orang lain memberi tahu berapa lama kekuatan itu harus dipertahankan—idealnya sampai pemilu berikutnya.”

Pekan ini, perhatian di Davos teralihkan ke isu Greenland, sehingga mengurangi fokus terhadap perang di Ukraina. Zelenskyy mengkritik hal ini, dengan menyoroti bahwa setelah Trump melontarkan ancaman terkait Greenland, negara-negara NATO hanya mengirimkan jumlah pasukan yang sangat terbatas ke pulau Arktik tersebut.

“Jika Anda hanya mengirim 30 atau 40 tentara ke Greenland, apa gunanya? Pesan apa yang disampaikan? Sinyal apa yang itu kirimkan kepada Putin atau kepada Tiongkok (PKT)? Dan yang lebih penting, pesan apa yang disampaikan kepada Denmark?” tanyanya.

Zelenskyy menyiratkan bahwa ketika para pemimpin Eropa “menunggu Amerika Serikat menenangkan diri terkait isu Greenland”, berbagai persoalan mendesak lainnya justru terpinggirkan. “Dulu, orang-orang membahas dengan hangat protes di Iran, tetapi gerakan itu kini tenggelam dalam lautan darah. Bantuan dunia kepada rakyat Iran sangatlah tidak memadai,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kekecewaan atas sejumlah hal, termasuk keputusan Uni Eropa yang tidak menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina. “Sayangnya, Putin berhasil menghambat Eropa,” kata Zelenskyy.

“Tahun lalu, di akhir pidato saya di Davos, saya mengatakan: ‘Eropa perlu tahu bagaimana membela dirinya sendiri.’ Setahun telah berlalu, tetapi tidak ada yang berubah. Hari ini saya masih harus mengatakan hal yang sama.” Ia menekankan, “Jika bersatu, kita akan tak terkalahkan. Eropa bisa—dan harus—menjadi kekuatan global, bukan organisasi yang lamban bereaksi,” tambahnya. 

Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat akan mengadakan pertemuan tiga pihak pada Jumat dan Sabtu di Uni Emirat Arab untuk membahas cara mengakhiri perang di Ukraina. Ia menegaskan bahwa Rusia “harus siap melakukan kompromi” agar perang dapat diakhiri. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Masters 2026: Fajar/Fikri Sapa Penggemar Lewat di Istora
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Gempa Terkini Magnitudo 3,5 Guncang Kupang NTT
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Perkuat Kerja Sama Strategis, Presiden Prabowo Sambangi Presiden Macron di Paris
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Perhatian! Tanda-Tanda Kiamat Dunia Muncul di Keju
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sempat Hilang, Bocah Perempuan di Bogor Ditemukan Nangis di Pinggir Jalan
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.