Penulis: Mardi Golindra
TVRINews, Manado
Almarhumah Florencia Lolita Wibisono, Korban jatuhnya Pesawat ATR 42-500, semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi yang sangat baik hati dan penyayang. Hal tersebut disampaikan oleh kakak kandungnya, Anastasiya Wibisono, saat menjemput jenazah sang adik di Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Menurut Anastasiya, Almarhumah yang akrab disapa Olen, selalu menunjukkan kepedulian kepada orang lain, meski kerap berada dalam kondisi kekurangan. Ia tidak pernah ragu berbagi, baik dalam bentuk materi, waktu, maupun perhatian.
“Meski sering berada dalam kondisi kekurangan, Olen tidak pernah ragu untuk berbagi apa saja yang dimilikinya, baik itu materi, waktu, maupun sekadar perhatian,” ujar Anastasiya, Sabtu, 24 Januari 2026.
Sikap penyayang dan ketulusan Florencia membuatnya dicintai keluarga serta rekan-rekan kerjanya. Kebaikan hatinya, lanjut Anastasiya, meninggalkan kesan mendalam dan kenangan yang sulit dilupakan.
Florencia Lolita Wibisono merupakan satu dari 10 korban pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak dan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari lalu.
Kepergian Florencia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta dunia penerbangan Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews


