Lagi Negosiasi Damai di Arab, Putin Masih Bombardir Ukraina

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Gleb Garanich

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia melancarkan serangan drone dan rudal berskala besar ke dua kota terbesar Ukraina, Kyiv dan Kharkiv, pada Sabtu pagi. Serangan ini terjadi bersamaan dengan hari kedua pembicaraan damai tripartit antara negosiator dari Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia yang berlangsung di Uni Emirat Arab.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyampaikan komentarnya terkait serangan Rusia terbaru terhadap infrastruktur penting di negaranya. Menurut Sybiha, meskipun upaya perdamaian, pertemuan trilateral di Uni Emirat Arab (UEA), dan jalur diplomasi sedang berlangsung, bagi Ukraina, serangan ini merupakan malam teror Rusia yang lain.


"Upaya perdamaian? Pertemuan trilateral di UEA? Diplomasi? Bagi Ukraina, ini adalah malam teror Rusia yang lain," kata menteri luar negeri negara itu, Andrii Sybiha, dilansir The Guardian, Sabtu (24/1/2026).

Baca: Menantu Trump Sambangi Putin Bahas Ukraina, Perang Bakal Selesai?

Putin memerintahkan serangan rudal besar-besaran terhadap Ukraina bersamaan dengan pertemuan delegasi di Abu Dhabi yang bertujuan mendorong proses perdamaian yang dipimpin Amerika. Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga mengguncang jalannya negosiasi

"Serangan barbar ini sekali lagi membuktikan bahwa tempat Putin tidak ada di (AS Presiden Donald Trump) Dewan Perdamaian, tetapi di dermaga pengadilan khusus," tulis Sybiha di X.

Meski gelombang serangan terbaru terjadi, pembicaraan damai di Abu Dhabi tetap dilanjutkan pada Sabtu pagi. Di Kyiv dan kota-kota lain, serangan Rusia terhadap infrastruktur energi menyebabkan pemadaman panas, air, dan listrik yang meluas; satu orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 15 orang luka-luka.

Para insinyur di Kyiv menghadapi tantangan besar untuk menghubungkan kembali gedung-gedung apartemen ke sistem pemanas, dengan sekitar 6.000 blok apartemen tanpa pemanas pada Sabtu pagi, meningkat 4.000 dari hari sebelumnya.

Baca: Ditantang Culik Putin, Begini Jawaban Trump

Diperkirakan 1,2 juta konsumen di seluruh Ukraina, termasuk 800.000 di Kyiv, mengalami pemadaman listrik.

Angkatan udara Ukraina menyebut Rusia menggunakan 396 drone dan rudal dalam serangan tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran pemadaman listrik darurat hingga 80% wilayah negara itu. Serangan ini, terjadi di tengah pembicaraan tripartit pertama perang, sekaligus menegaskan sikap Moskow yang tetap menuntut kontrol atas wilayah Donbas timur, menimbulkan keraguan atas niat mereka untuk berdamai.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menekankan pentingnya implementasi penuh perjanjian pertahanan udara yang baru dibuat dengan Presiden AS, Donald Trump, di Davos minggu ini.

Zelenskyy dan Trump bertemu di Forum Ekonomi Dunia pada hari Kamis dan membahas dukungan pertahanan udara untuk Ukraina, tetapi tidak ada pemimpin yang menyatakan setelah itu apa yang telah disepakati.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyampaikan pada Jumat bahwa sekitar 1.940 bangunan tempat tinggal di kota itu kehilangan pemanas akibat serangan terbaru, dan memperingatkan situasi ini kemungkinan masih belum menjadi titik terberat.

Kantornya menyebut sekitar 600.000 penduduk meninggalkan kota sementara selama krisis listrik Januari yang membuat seluruh blok di beberapa wilayah gelap gulita.

Kepala administrasi militer Kyiv, Tymur Tkachenko, melaporkan serangan terjadi di setidaknya empat distrik, termasuk sebuah fasilitas medis.

Kyiv sebelumnya juga mengalami dua serangan besar yang melumpuhkan listrik dan pemanas ratusan bangunan, sementara pekerja darurat terus berupaya memulihkan layanan di tengah suhu malam yang turun hingga -13°C.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemadaman Listrik Skala Besar AS, 130 Ribu Orang Gelap Gulita

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Disertasi Dr. Wenceslaus: Perlu penegasan kedudukan peradilan pajak
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Indonesia–Inggris Perkuat Kerja Sama Iklim Usai COP30
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Mengetahui Apakah Terdaftar sebagai Penerima PIP atau Tidak
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tinggalkan Swiss, Prabowo Beri Koin Kepresidenan ke Pengawalnya
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Hayarna Basmin Istri Bupati Luwu Berpeluang Besar Gantikan Rusdi Masse di Senayan
• 13 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.