FAJAR, JAKARTA — Gelombang pemain keturunan Timnas Indonesia yang merumput di Super League terus membesar. Setelah satu per satu pulang ke tanah air, kini kasta tertinggi sepak bola Indonesia kian menjadi destinasi serius, bukan sekadar pelabuhan sementara.
Terbaru, Shayne Pattynama resmi berseragam Persija Jakarta. Kepindahan ini mempertegas tren: pemain diaspora tak lagi ragu menjadikan Liga Indonesia sebagai pilihan karier yang kompetitif.
Sebelumnya, nama-nama seperti Rafael Struick, Jordi Amat, Thom Haye, hingga Eliano Reijnders sudah lebih dulu tampil di Super League. Tak berhenti di situ, dua gelandang Timnas Indonesia lainnya—Ivar Jenner dan Joey Pelupessy—juga masuk radar klub-klub elite nasional.
Ivar Jenner dikaitkan dengan Persija Jakarta dan Dewa United, sementara Joey Pelupessy disebut menjadi target utama Persib Bandung untuk memperkuat lini tengah musim depan.
Namun, sorotan kini mengarah pada dua nama besar lain: Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh.
Ragnar Oratmangoen: Waktu Kontrak, Waktu Bergerak
Ragnar Oratmangoen saat ini masih tercatat sebagai pemain FCV Dender EH di Belgia. Bergabung sejak 2024, kontraknya akan berakhir pada Juni 2026. Artinya, dalam waktu dekat Ragnar sudah bisa melakukan negosiasi bebas dengan klub lain.
Musim ini, pemain berusia 28 tahun itu tampil dalam 10 pertandingan di ajang Jupiler Pro League dan Croky Cup, mencetak satu gol. Namun, total menit bermainnya baru mencapai 220 menit, sebuah angka yang membuka spekulasi soal masa depannya.
Situasi itu membuat peluang Ragnar mencari klub baru sangat terbuka—termasuk kemungkinan pulang ke Indonesia dan menjajal Super League.
Merujuk data Transfermarkt, Ragnar saat ini tengah mengalami cedera lutut dan belum diketahui kapan akan kembali ke lapangan. Namun, justru kondisi ini bisa menjadi momentum bagi klub Indonesia untuk melakukan pendekatan lebih awal.
Sandy Walsh: Usia Matang, Opsi Ideal
Sementara itu, Sandy Walsh berada di fase karier yang sangat menarik. Bek kanan Timnas Indonesia ini kini berusia 30 tahun, usia yang sama dengan Thom Haye saat memutuskan merapat ke Persib Bandung.
Saat ini, Sandy membela Buriram United di Thailand—satu klub dengan Shayne Pattynama. Fakta tersebut membuat skenario hijrah ke Indonesia terasa semakin realistis.
Dengan pengalaman panjang di Eropa bersama KV Mechelen, Sandy dipandang sebagai paket komplet: matang, berpengalaman, dan langsung siap pakai.
Tak heran jika klub-klub besar seperti Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga Dewa United disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk mengamankan jasanya.
Super League, Magnet Baru Pemain Diaspora
Apa yang dulu dianggap mustahil, kini perlahan menjadi pola. Super League tidak lagi hanya menjual fanatisme suporter, tetapi juga stabilitas, eksposur, dan peran sentral bagi pemain Timnas Indonesia.
Jika Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh benar-benar menyusul Shayne Pattynama, maka satu pesan menjadi jelas:
Liga Indonesia sedang naik kelas—dan para pemain diaspora mulai percaya.
Bursa transfer belum ditutup. Dan cerita ini, tampaknya, masih jauh dari kata selesai.




