Penulis: Ahmad Sa'ie
TVRINews, Sumenep
Kapal tongkang Indo Ocean Marine yang mengangkut minyak sawit mentah (CPO) nyaris tenggelam setelah mengalami kebocoran di perairan Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Sebanyak lima orang kru kapal, termasuk seorang polisi pengawal, dilaporkan selamat setelah berhasil melakukan evakuasi mandiri ke daratan.
Dalam rekaman video, terlihat minyak CPO memenuhi garis pantai. Para kru yang selamat diidentifikasi sebagai Jumanto (bosun), Wibowo Ari Murdiyanto (kelasi), Dwi Karunianto (kelasi), Sudriman (kelasi), dan Briptu Ribut Prasetyo selaku polisi pengawal.
Seluruh ABK berhasil turun dari kapal dengan bantuan potensi SAR (Potsar) saat posisi tongkang berada sekitar 300 meter dari bibir pantai.
Diketahui, kapal tongkang tersebut sedang mengangkut minyak kelapa sawit dari Kalimantan dengan tujuan Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.
Video lain juga menunjukkan sejumlah ABK turun dari kapal dengan kondisi tubuh dan pakaian berlumuran minyak CPO.
Pihak Basarnas menjelaskan informasi terkait kebocoran kapal tongkang TK Indo Ocean Marine dan kondisi kapal yang terdampar diterima pada Rabu malam, 21 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB dari pihak perusahaan.
Setelah menerima informasi tersebut petugas Basarnas berhasil menghubungi kru kapal untuk mengetahui kondisi di lapangan. Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan pada malam hari. Karena kondisi cuaca buruk disertai ombak tinggi dan angin kencang di perairan setempat.
Evakuasi baru dapat dilakukan pada pagi hari. Petugas Basarnas memandu anak buah kapal turun dari kapal tongkang dengan bantuan warga sekitar.
Diduga kuat kebocoran tongkang tumpahan minyak dan terdamparnya kapal TK Indo Ocean Marine dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem di perairan Kabupaten Sumenep.
“Beberapa jam berikutnya, ABK telah berada di daratan dan dilanjutkan evakuasi oleh Potsar menuju rumah warga untuk membersihkan diri dan dilakukan recovery,” kata Nur Hadi Santoso, Koordinator Pos SAR Sumenep
Tim SAR gabungan tersebut mengerahkan armada Rescue Boat Basarnas (RBB) yang dijadwalkan bersandar di dermaga baru Desa Bancamara, Pulau Giliyang. Kapal penyelamat ini akan membawa seluruh kru kapal menuju pusat penanganan lebih lanjut di daratan utama Sumenep.
Editor: Redaksi TVRINews


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3296730/original/010003100_1605426998-20201114-Beragam_Alat_Pertanian_Cerdas_Dipamerkan_di_Nanchang-xinhua_2.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471330/original/010256700_1768283654-John_Herdman_-7.jpg)