jpnn.com, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur Lia Istifhama mengapresiasi pengembangan Kampung Haji di Arab Saudi.
Menurutnya, inisiatif tersebut dinilai strategis dalam memperkuat ekosistem layanan haji Indonesia sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi jamaah.
BACA JUGA: Transformasi Menuju RS Pendidikan, Senator Lia Istifhama Optimistis RSMM Jatim Lulus Visitasi
Lia Istifhama menyampaikan apresiasi itu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Gedung DPD RI, Jakarta.
Dalam forum tersebut, Lia menegaskan Kampung Haji merupakan langkah maju sepanjang dikelola secara prudent, transparan, dan berpihak pada kepentingan jemaah.
BACA JUGA: Korban Mafia Tanah Minta Senator Paul Finsen Bantu Masyarakat Adat Sorong Lawan Perusahaan Sawit
“Kampung Haji harus menjadi solusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan jamaah, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga efisiensi biaya penyelenggaraan haji,” ujar Lia.
Menurut Lia, pengembangan Kampung Haji tidak hanya dipandang sebagai proyek investasi jangka panjang, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian layanan haji Indonesia di Tanah Suci.
BACA JUGA: 96 WNI dari Arab Saudi Mendadak Dipulangkan, Ada Apa?
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya memastikan manfaat Kampung Haji benar-benar dirasakan langsung oleh jamaah.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf menjelaskan Kampung Haji dirancang sebagai investasi jangka panjang yang terukur dan berhati-hati.
Dalam pengembangannya, BPKH melibatkan mitra strategis Danantara dalam struktur permodalan, sementara pengelolaan aset dilakukan oleh BPKH melalui BPKH Limited, anak perusahaan milik penuh BPKH yang beroperasi di Arab Saudi.
“Skema ini dirancang untuk memperkuat ekosistem haji, meminimalkan risiko, dan memastikan nilai manfaat kembali ke jamaah,” ujar Amri Yusuf.
Dia menambahkan Kampung Haji diharapkan mampu mendukung efisiensi layanan, kepastian fasilitas serta stabilitas biaya haji dalam jangka panjang.
Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari transformasi BPKH dari pendekatan pengadaan menuju investasi yang berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Lia Istifhama menyampaikan harapannya agar pengembangan Kampung Haji terus diawasi dan dievaluasi secara berkala.
“Selama dikelola dengan amanah dan profesional, Kampung Haji dapat menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem haji nasional,” pungkas Lia.(fri/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jaga Ketahanan Ekologi Desa, Ketua DPD RI dan Mendes Bersepakat Akan Adakan Lomba Green Village
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481224/original/046418000_1769082290-Malut_United_vs_Persik_Kediri.jpg)
