Kabupaten Tanah Datar (ANTARA) - Petani manggis di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat secara perlahan mulai bangkit setelah terdampak bencana banjir bandang di akhir November 2025.
"Hari ini ada sekitar 100 hingga 150 kilogram buah manggis yang saya panen di dalam kawasan hutan," kata salah seorang petani buah manggis, Bustami di Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu.
Bustami mengatakan dua bulan pascabanjir bandang yang melanda daerah itu para petani buah-buahan mulai kembali beraktivitas normal. Meskipun akses jalan utama menuju perkebunan masih terputus akibat diterjang banjir bandang, ia tidak berputus asa dan memilih menempuh aliran sungai yang kini sudah mengering.
Di awal-awal bencana terjadi, Bustami mengaku sama sekali tidak memanen buah manggis karena fokus membersihkan material banjir bandang yang menghantam pemukiman setempat. Selain itu, kondisi jalan menuju hutan juga belum memungkinkan untuk ditempuh.
Saat ini ia bersama petani manggis lainnya harus berjalan kaki dua hingga tiga kilometer melewati aliran Batang Malalo yang dipenuhi batuan besar, tumpukan kayu hingga melintasi jalan setapak yang curam dan terjal sambil menggendong keranjang.
"Kondisi jalannya memang sulit dan terjal terutama saat membawa hasil panen," ujar dia.
Ratusan kilogram manggis tersebut ia jual kepada pengepul dari Kota Batusangkar. Selain manggis juga terdapat durian dan beberapa buah lainnya yang ditanami petani di dalam kawasan hutan.
Baca juga: Penyintas bencana mulai tempati huntara di Kayu Pasak Palembayan Agam
Sementara itu, Wali Nagari (kepala desa) Guguak Malalo, Mulyadi mengatakan bencana alam yang terjadi di akhir tahun tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga tetapi juga menyebabkan beberapa ruas jalan terputus dan berdampak pada sektor pertanian.
"Secara perlahan ekonomi di nagari ini mulai bangkit, seperti petani manggis yang mulai panen dari dalam kawasan hutan," kata Mulyadi.
Ia mengatakan banjir bandang yang terjadi menyebabkan kerusakan yang cukup parah seperti jebolnya sabo dam, serta jalan utama menuju kawasan perkebunan masyarakat setempat.
"Kami berharap agar sabo dam dan jalan ke perkebunan warga ini bisa secepatnya diperbaiki," harap dia.
Baca juga: Mendagri puji normalisasi sungai di Hutanabolon Tapanuli Tengah
Baca juga: Bupati Tanah Datar pastikan pemerintah lengkapi isi perabotan huntara
Baca juga: Puluhan pasien cuci darah RSUD Aceh Tamiang kembali akses layanan
"Hari ini ada sekitar 100 hingga 150 kilogram buah manggis yang saya panen di dalam kawasan hutan," kata salah seorang petani buah manggis, Bustami di Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu.
Bustami mengatakan dua bulan pascabanjir bandang yang melanda daerah itu para petani buah-buahan mulai kembali beraktivitas normal. Meskipun akses jalan utama menuju perkebunan masih terputus akibat diterjang banjir bandang, ia tidak berputus asa dan memilih menempuh aliran sungai yang kini sudah mengering.
Di awal-awal bencana terjadi, Bustami mengaku sama sekali tidak memanen buah manggis karena fokus membersihkan material banjir bandang yang menghantam pemukiman setempat. Selain itu, kondisi jalan menuju hutan juga belum memungkinkan untuk ditempuh.
Saat ini ia bersama petani manggis lainnya harus berjalan kaki dua hingga tiga kilometer melewati aliran Batang Malalo yang dipenuhi batuan besar, tumpukan kayu hingga melintasi jalan setapak yang curam dan terjal sambil menggendong keranjang.
"Kondisi jalannya memang sulit dan terjal terutama saat membawa hasil panen," ujar dia.
Ratusan kilogram manggis tersebut ia jual kepada pengepul dari Kota Batusangkar. Selain manggis juga terdapat durian dan beberapa buah lainnya yang ditanami petani di dalam kawasan hutan.
Baca juga: Penyintas bencana mulai tempati huntara di Kayu Pasak Palembayan Agam
Sementara itu, Wali Nagari (kepala desa) Guguak Malalo, Mulyadi mengatakan bencana alam yang terjadi di akhir tahun tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah warga tetapi juga menyebabkan beberapa ruas jalan terputus dan berdampak pada sektor pertanian.
"Secara perlahan ekonomi di nagari ini mulai bangkit, seperti petani manggis yang mulai panen dari dalam kawasan hutan," kata Mulyadi.
Ia mengatakan banjir bandang yang terjadi menyebabkan kerusakan yang cukup parah seperti jebolnya sabo dam, serta jalan utama menuju kawasan perkebunan masyarakat setempat.
"Kami berharap agar sabo dam dan jalan ke perkebunan warga ini bisa secepatnya diperbaiki," harap dia.
Baca juga: Mendagri puji normalisasi sungai di Hutanabolon Tapanuli Tengah
Baca juga: Bupati Tanah Datar pastikan pemerintah lengkapi isi perabotan huntara
Baca juga: Puluhan pasien cuci darah RSUD Aceh Tamiang kembali akses layanan



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482729/original/023793800_1769243155-IMG_6069.jpeg)
