Jelang Ramadan, Kesehatan Mental dan Ketahanan Spiritual Umat Perlu Jadi Perhatian

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Tangerang: Menjelang bulan suci Ramadan, isu kesehatan mental dan ketahanan spiritual umat menjadi sorotan. Berbagai tantangan psikologis dan spiritual yang dihadapi masyarakat Muslim di tengah tekanan kehidupan modern perlu menjadi perhatian.

Mengusung tema “Modern Struggles”, forum Connect membahas persoalan seperti kelelahan mental, krisis identitas, tekanan sosial, serta kesulitan menjaga keseimbangan antara tuntutan duniawi dan nilai keimanan. Isu-isu tersebut dinilai relevan menjelang Ramadan, yang kerap menjadi momentum refleksi dan pemulihan batin bagi umat Muslim.

Perspektif keislaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab terhadap diri sendiri perlu diperhatikan dan menjadi pembahasan penting. Pesan yang mengemuka adalah bahwa ketenangan jiwa, pengendalian emosi, dan stabilitas mental menjadi fondasi penting dalam menjalani Ramadan secara lebih bermakna.

“Tantangan kesehatan mental semakin nyata dirasakan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar CEO The Strong Minor Project, Ratna Galih dalam forum CONNECT – The Strong Minor Project yang digelar pada 24–25 Januari 2026 di ICE BSD, Tangerang.

Pendekatan keislaman dapat menjadi salah satu sumber penguatan dalam menghadapi tekanan tersebut.

“Ramadan sering menjadi momen untuk memperlambat ritme hidup dan menata ulang prioritas. Kesehatan mental dan spiritual tidak bisa dipisahkan, terutama di tengah dinamika kehidupan saat ini,” ujar Ratna Galih, Sabtu, 24 Januari 2026. Gaya Hidup Sehat sebagai Penopang Ibadah Umat bisa membicarakan pengalaman personal terkait stres, kelelahan emosional, dan upaya menemukan ketenangan batin melalui pendekatan nilai-nilai Islam.

Sejumlah ulama dan pemikir Islam dari dalam dan luar negeri turut membahas isu kesehatan mental dari sudut pandang akidah, keluarga, dan relasi sosial. Perspektif global tersebut dipadukan dengan konteks lokal Indonesia, sehingga pembahasan tetap membumi dan relevan bagi masyarakat.

Isu kesehatan mental juga dikaitkan dengan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik ringan dan ruang seni reflektif dihadirkan sebagai sarana untuk mengelola stres dan menjaga keseimbangan tubuh serta pikiran. Pendekatan ini menegaskan bahwa kesiapan menjalani Ramadan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga fisik dan psikologis.

Di sisi lain, area interaksi publik dan bazar terbuka turut menjadi ruang pertemuan sosial yang mendorong rasa kebersamaan. Interaksi sosial yang sehat dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama menjelang bulan puasa. Menyambut Ramadan dengan Kesiapan Mental Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, forum CONNECT 2026 diharapkan dapat menjadi ruang diskusi dan refleksi bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan dengan kesiapan mental dan spiritual yang lebih baik.

Di tengah meningkatnya tekanan hidup, penguatan kesehatan mental dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas ibadah dan ketahanan sosial umat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Masih Ada Sisa Makanan di Mulut Saat Shalat, Dianggap Batal atau Tetap Sah? Ini Penjelasannya
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ahmad Ali Tegaskan Tak Pernah Bicara soal Gibran Jadi Lawan Politik Prabowo
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Lima Tahun Jadi Mitra PBSI, BNI Antar 25 Atlet Pelatnas Berlaga di Indonesia Masters 2026
• 53 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prediksi Skor Persib vs PSBS Biak Malam Ini: Susunan Pemain dan Head to Head
• 3 menit lalukompas.tv
thumb
Dies Natalis ke-80, FK Unhas Gelar Pertemuan Ilmiah Berkala: Bahas Peluang dan Tantangan Kecerdasan Buatan dalam Dunia Kedokteran
• 18 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.