Prof Achmad Tjachja: Pidato Prabowo di WEF 2026 Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha menilai pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 sebagai penegasan arah baru kepemimpinan Indonesia yang menempatkan stabilitas, keadilan hukum, dan pembangunan manusia sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Achmad, penekanan Presiden pada perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat kemakmuran mencerminkan kesadaran historis dan geopolitik yang matang.

BACA JUGA: Kemenag dan UIN Jakarta Himpun Rp 2,8 Miliar Donasi Aksi Peduli Sumatra

“Dalam konteks global yang penuh konflik dan ketidakpastian, pesan Indonesia yang memilih persatuan, kolaborasi, dan perdamaian menjadi sangat relevan dan kredibel,” ujarnya.

Dia menilai klaim Indonesia sebagai global bright spot bukan sekadar retorika diplomatik, melainkan didukung indikator makroekonomi yang konsisten, seperti pertumbuhan ekonomi di atas lima persen, inflasi rendah, dan defisit fiskal yang terkendali.

BACA JUGA: Pakar Ekonomi Pertanian UIN Dorong Restorasi Ekologis Aktif Pascabencana Aceh

“Yang menarik, Presiden menekankan bahwa pengakuan internasional lahir dari bukti, bukan optimisme kosong. Ini penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang,” kata Achmad.

Terkait pembentukan Danantara Indonesia, Achmad memandangnya sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan peran negara dalam pengelolaan modal nasional.

BACA JUGA: UIN Jakarta Kukuhkan Prof. Agus Salim Jadi Guru Besar Biologi Terapan

Namun, dia mengingatkan bahwa kekuatan utama sovereign wealth fund bukan hanya pada besaran aset, melainkan pada integritas tata kelola, transparansi, dan pengawasan publik.

“Jika prinsip good governance dijaga, Danantara berpotensi menjadi instrumen kedaulatan ekonomi, bukan sekadar lembaga investasi,” tegasnya.

Achmad juga menyoroti keberanian Presiden dalam menyampaikan agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi secara terbuka di forum global.

Menurutnya, sikap tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak akan ditopang oleh praktik rente dan ekonomi keserakahan.

“Penegasan ‘tidak ada kompromi’ terhadap korupsi adalah prasyarat mutlak bagi iklim investasi yang sehat dan berkeadilan,” ujarnya.

Dalam aspek kebijakan sosial, Prof. Achmad menilai program Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta investasi besar pada pendidikan dan digitalisasi sekolah sebagai pendekatan pembangunan yang berorientasi jangka panjang.

“Presiden menghubungkan kebijakan sosial dengan produktivitas dan pertumbuhan. Ini sejalan dengan teori pembangunan modern yang menempatkan kualitas manusia sebagai penentu utama kemajuan bangsa,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Achmad menyimpulkan bahwa pidato Presiden Prabowo di Davos tidak hanya menyampaikan optimisme, tetapi juga memuat komitmen moral dan institusional.

Tantangan ke depan, menurutnya, terletak pada konsistensi implementasi di tingkat birokrasi dan penegakan hukum.

“Jika konsistensi itu terjaga, Indonesia berpeluang besar mewujudkan pertumbuhan yang kuat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkas dia. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru Besar UIN Jakarta: Astacita Prabowo Jadikan Kampung Nelayan Pilar Ketahanan Pangan Nasional


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Wafat dalam Pengabdian, Bupati Flores Timur Anugerahkan Bidan YGL
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Catatan Dahlan Iskan: Belah Tiga
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Sepuluh Kantong Jenazah Ditemukan di Lokasi Longsor Cisarua, Enam Diantaranya Telah Teridentifikasi
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Lula Lahfah yang Meninggal Dunia di Apartemen Jaksel...
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.