Ratusan warga Palestina di kawasan Al Mawasi, Gaza, Palestina, terpaksa mengantre selama berjam-jam di dapur umum demi mendapatkan sepiring nasi. Bantuan pangan tersebut menjadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup di tengah situasi kemanusiaan yang kian memburuk akibat konflik berkepanjangan.
Ratusan warga terlihat memadati dapur lapangan Saadah yang berada di wilayah Almawasi, sebelah barat Khan Younis, pada Jumat 23 Januari 2026 waktu setempat. Dengan membawa panci dan wadah kosong, warga dari berbagai usia—mulai dari anak-anak hingga lansia—rela menunggu dalam antrean panjang demi memperoleh porsi makanan berupa nasi dan potongan ayam.
Baca juga: Relawan Mer-C Tangani Pasien Infeski Saluran Nafas di Gaza
Kondisi tersebut mencerminkan keterbatasan pasokan pangan yang semakin parah di Jalur Gaza. Akses terhadap bahan makanan pokok kian sulit, sementara bantuan kemanusiaan yang masuk belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak.
Salah seorang pengungsi asal Beit Hanoun, Ayat Almasri, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam bersama putranya hanya untuk mendapatkan makanan matang. Baginya sepanci nasi ini segalanya di tengah kondisi yang serba terbatas.




