Pengamat nilai Indonesia perlu ubah dinamika di Dewan Perdamaian Gaza

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Shofwan Al-Banna Choiruzzad menilai Indonesia harus mampu mengubah dinamika internal Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, apabila keikutsertaan Indonesia di dalamnya tidak dapat dihindari.

“Jika Indonesia tidak bisa keluar dan terlanjur bergabung, pastikan bahwa Indonesia mampu mengubah ‘permainan’ di dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Trump,” kata Shofwan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia tidak boleh menempatkan negara ini dalam posisi subordinat atau sekadar mengikuti kepentingan AS. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh kehilangan prinsip politik luar negerinya.

“Indonesia tidak justru menjadi antek-antek Trump, apalagi dijadikan satpam untuk mengamankan proyek real estate dalam bentuk pengiriman pasukan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force,” katanya.

Shofwan menilai sikap tegas tersebut semakin penting di tengah kondisi geopolitik global yang rentan serta tindakan AS yang dinilainya kerap melanggar berbagai kesepakatan internasional.

Dalam konteks ini, ia mengingatkan pentingnya konsistensi Indonesia terhadap sikap resmi yang telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto di forum internasional.

Ia merujuk pada pidato Presiden Prabowo di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September lalu, ketika Indonesia mengajak komunitas global menolak doktrin bahwa kekuatan dapat digunakan secara sewenang-wenang.

“Thucydides memperingatkan: Yang kuat dapat berbuat semau mereka, sementara yang lemah harus menderita, kita harus menolak doktrin ini. PBB ada untuk menolak doktrin ini. Kita harus membela semua, yang kuat dan yang lemah. Benar disebut benar, bukan karena dapat disebut demikian, tetapi memang demikian adanya,” kata presiden.

Shofwan menambahkan, pembentukan Dewan Perdamaian Gaza oleh Trump dan AS tidak dilandasi semangat perdamaian yang sejati, melainkan lebih mencerminkan kepentingan nasional Washington.

“Trump dan AS memang menciptakan kondisi yang demikian, bukan demi perdamaian, tapi demi kepentingan AS sendiri,” katanya.

Baca juga: China enggan komentari pembentukan Dewan Perdamaian Gaza

Baca juga: Dino risau Dewan Perdamaian bukan untuk Gaza, minta RI pertegas sikap






























Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nasib Gaji PPPK Paruh Waktu Jabar: KDM Sebut Ada Kendala Administrasi, Bukan Uang Kosong
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Laporan Liputan6.com dari London: Melihat Kemegahan Lancaster House, Tempat Pertemuan Prabowo-Raja Charles III
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
KDM Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Pengembang Penyebab Banjir
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Tiga Nelayan Selamat dari Kapal Tenggelam di Perairan Bangka, Satu Ditemukan Usai Berenang ke Pantai Penyusuk
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Pengamat Hukum Desak Pendampingan Hukum untuk Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat di Bulusaraung
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.