Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku optimis bahwa Bank Jakarta dapat melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun depan.
Keyakinan tersebut didasarkan pada penguatan budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan. Pramono menegaskan, pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama bagi Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai perusahaan terbuka.
“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (24/1).
Menurutnya, pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama bagi Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai perusahaan terbuka.
Corporate culture yang kuat akan menentukan arah, kualitas kinerja, dan daya saing bank, khususnya dalam menghadapi tuntutan transparansi sebagai perusahaan publik.
Selain budaya kerja, Pramono menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart.
Ia menilai, sektor perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan.
“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” kata Pramono.
Pramono juga meminta manajemen Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi.
Menurut dia, birokrasi yang berlebihan tidak boleh tumbuh dalam entitas bisnis karena berpotensi menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa kepercayaan atau trust merupakan kunci utama dalam dunia usaha.
Ia berharap Bank Jakarta mampu memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta dalam memperkuat corporate culture sekaligus mematangkan persiapan IPO.
Agus mengungkapkan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” ujar Agus.
Inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal melalui pengembangan dua data center modern, perbaikan sistem inti perbankan, serta penguatan keamanan siber yang ditargetkan rampung pada September 2026.
Inisiatif kedua mencakup pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang dirancang lebih aman, cepat, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi tersebut ditargetkan meluncur pada Juni 2026 setelah memenuhi seluruh ketentuan regulator.
Adapun inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk melalui persiapan peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah.
Baca juga: Pramono minta Bank Jakarta dikelola independen dan profesional
Baca juga: Legislator nilai Bank Jakarta perlu benahi permasalahan sebelum IPO
Keyakinan tersebut didasarkan pada penguatan budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan. Pramono menegaskan, pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama bagi Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai perusahaan terbuka.
“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (24/1).
Menurutnya, pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama bagi Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri sebagai perusahaan terbuka.
Corporate culture yang kuat akan menentukan arah, kualitas kinerja, dan daya saing bank, khususnya dalam menghadapi tuntutan transparansi sebagai perusahaan publik.
Selain budaya kerja, Pramono menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart.
Ia menilai, sektor perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan.
“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” kata Pramono.
Pramono juga meminta manajemen Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi.
Menurut dia, birokrasi yang berlebihan tidak boleh tumbuh dalam entitas bisnis karena berpotensi menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa kepercayaan atau trust merupakan kunci utama dalam dunia usaha.
Ia berharap Bank Jakarta mampu memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta dalam memperkuat corporate culture sekaligus mematangkan persiapan IPO.
Agus mengungkapkan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” ujar Agus.
Inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal melalui pengembangan dua data center modern, perbaikan sistem inti perbankan, serta penguatan keamanan siber yang ditargetkan rampung pada September 2026.
Inisiatif kedua mencakup pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang dirancang lebih aman, cepat, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi tersebut ditargetkan meluncur pada Juni 2026 setelah memenuhi seluruh ketentuan regulator.
Adapun inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk melalui persiapan peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah.
Baca juga: Pramono minta Bank Jakarta dikelola independen dan profesional
Baca juga: Legislator nilai Bank Jakarta perlu benahi permasalahan sebelum IPO




