Bisnis.com, BANDUNG– BPBD melaporkan sebanyak 10 orang meninggal dan 82 jiwa masih hilang sementara karena longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan merelokasi masyarakat yang terdampak longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, akan sangat berbahaya apabila masyarakat masih tinggal di lokasi itu.
Dia mengatakan akan merelokasi warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor, untuk mencegah adanya bencana alam susulan.
Adapun pencarian korban longsor Cisarua Bandung Barat dilakukan semaksimal mungkin oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jawa Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Basarnas dan relawan.
Dari pantauan Dedi Mulyadi, lingkungan sekitar lokasi longsor dipenuhi tanaman sayur. Kontur daerah longsor yakni berupa perbukitan, keberadaan kebun sayur rentan memicu longsor.
"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dikutip dari situs Pemprov Jabar, Sabtu (24/1/2026).
Untuk sementara, masyarakat yang selamat dari longsor diminta untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan Rp10 juta per kepala keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, keluarga korban meninggal akibat longsor akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga. Saat ini, lanjut KDM, Pemda Provinsi Jawa Barat tengah fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor dan merestorasi lingkungan lokasi longsor.




