Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara soal insiden kepulan asap tambang emas ilegal di Bogor yang tewaskan 11 orang. Dedi mendesak agar polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
Seperti diketahui, 11 orang dikabarkan tewas dalam insiden kepulan asap tambang emas ilegal di kawasan PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Hal itu dibenarkan oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan.
"Kurang lebih kurang lebih berjumlah 11 orang, dari semuanya itu dan sudah diserahkan atau sudah kembali kepada keluarganya untuk selanjut dilakukan pemakaman," ujarnya, Kamis (22/1/2026) dilansir Tribunnewsbogor.com.
Ia menyebut 11 orang tewas akibat menghirup asap yang mengandung karbon monoksida. Mereka disebut masuk dalam lubang-lubang penambangan emas itu tanpa izin (PETI).
"Hari ini kami berempati kepada keluarga korban dengan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari," katanya.
Terkait insiden kepulan asap tambang emas ilegal di Bogor itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara. Dedi Mulyadi meminta agar aparat menangkap pihak yang menyuruh dan menikmati keuntungan terbesar dari aktivitas ilegal tersebut.
Dedi menyebut keuntungan utama dari tambang ilegal itu dinikmati oleh pihak yang memerintahkan dan yang membeli hasil tambang, bukan pekerja di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta polisi memburu pelaku tersebut.
"Pak Kapolda sudah bicara ke saya, buru pelakunya. Pelakunya kan yang nyuruh dong, yang membeli."
"Mereka yang paling menikmati keuntungan dibanding orang yang melaksanakan tambang ilegalnya," ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026) malam dilansir Kompas.com.
Dedi menyebut kepolisian telah menyampaikan komitmennya untuk memburu para pelaku.
"Pak Kapolda sudah menyampaikan ke saya akan fokus memburu pelaku, bandar dari tambang emas liar," kata Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta itu mengaku telah bertemu dengan keluarga korban yang meninggal dunia di Gedung Pakuan pada Jumat siang. Dari pertemuan itu, Dedi memperoleh informasi bahwa sebagian korban baru bekerja sekitar satu bulan.
"Mereka kan secara umum ya walaupun ada yang mengatakan baru satu bulan, ada yang sudah biasa," pungkas Dedi.
Seperti diketahui, 11 warga meninggal dunia usai terjebak kepulan asap di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal itu disampaikan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan.
"Alhamdulillah untuk Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan dan dari beberapa desa-desa lagi sudah kami selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang," kata Rudi.
Rudi menyebut ke-11 korban tersebut berasal dari tiga kecamatan berbeda, yaitu Kecamatan Nanggung, Kecamatan Cigudeg, dan Kecamatan Sukajaya.
"Dari semuanya itu dan sudah diserahkan atau sudah kembali kepada keluarganya untuk selanjutnya dilakukan pemakaman."
"Iya, meninggal semua dan hari ini kami berempati kepada keluarga korban dengan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.
Kini, para korban telah dikebumikan. Meski begitu, apabila nantinya dibutuhkan untuk proses lebih lanjut tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan otopsi.
"Sementara ini keluarga langsung dikebumikan. Nanti apabila dalam proses-proses lain diperlukan tindakan, itu akan kami lakukan (otopsi)," tuturnya. (*)
Artikel Asli


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F24%2F76a0f758b3ccdb206cdfcfa52a53bdf1-PHOTO_2026_01_23_20_55_48.jpeg)

