Thomas Frank di Ujung Tanduk usai Tottenham Hotspur Ditahan Imbang Burnley

mediaindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita

THOMAS Frank meninggalkan Turf Moor dengan iringan suara yang kini menjadi "musik latar" bagi masa jabatannya yang kian tidak menentu di Tottenham Hotspur. Meski sundulan Cristian Romero di menit-menit akhir menyelamatkan hasil imbang 2-2 melawan Burnley, poin tunggal tersebut tampaknya tidak cukup untuk meredam api kemarahan para pendukung The Lilywhites.

Burnley, yang tidak pernah menang dalam 14 laga Premier League, hampir saja mempermalukan Frank sebelum gol telat Romero menyelamatkan wajah sang pelatih asal Denmark itu. Namun, atmosfer di tribun penonton menunjukkan bahwa menyelamatkan satu poin bukanlah jawaban atas kemerosotan performa tim belakangan ini.

Furi Suporter dan Tekanan Internal

Ketidakpuasan suporter Spurs sudah terlihat sejak babak pertama. Mereka menyanyikan yel-yel "ke samping dan ke belakang ke mana pun kami pergi" sebagai kritik atas gaya bermain tim yang dianggap tanpa arah. Saat peluit panjang berbunyi, ejekan "dipecat besok pagi" menggema keras ditujukan kepada Frank.

Baca juga : Burnley vs Tottenham Berakhir Imbang 2-2: Drama Gol Romero Selamatkan Spurs

Kondisi ini kian pelik karena posisi Frank dikabarkan sudah berada di bawah pengawasan ketat manajemen klub. Mengutip laporan BBC Sport, setidaknya satu anggota tim eksekutif klub secara aktif telah mengangkat opsi untuk mengakhiri masa kepemimpinan Frank dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah kekalahan memalukan di kandang dari West Ham.

Kerapuhan Pertahanan dan Ketergantungan pada Bek

Tottenham sebenarnya mendominasi peluang dan memaksa kiper Burnley, Martin Dubravka, melakukan serangkaian penyelamatan luar biasa. Namun, kerapuhan mental skuat Frank terlihat jelas saat mereka membiarkan Axel Tuanzebe menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama, serta kegagalan membendung gol kedua Burnley yang dicetak Lyle Foster.

Dalam sesi konferensi pers, Frank tampak emosional hingga memukul meja sebanyak tiga kali saat menekankan kekecewaannya.

Baca juga : Brentford vs Tottenham: Thomas Frank Tanggapi Ejekan 'Boring Tottenham'

"Anda tidak bisa mengatakan kami tidak melakukan segalanya untuk menang," ujarnya kepada Match of the Day. 

"Kami hanya perlu terus berkembang. Satu-satunya cara adalah dengan kepala dingin, terus maju, dan terus melakukan apa yang menurut kami benar. Anda lihat pertandingannya. Kami melakukan lebih dari cukup untuk menang. Kami hanya perlu bertahan lebih baik dalam dua situasi."

Menariknya, Frank kembali harus bergantung pada pemain belakang untuk mencetak gol. Sejauh ini, hanya Richarlison (8 gol) yang mencetak gol lebih banyak daripada bek Micky van de Ven (7 gol) dan Cristian Romero (4 gol). Hal ini menunjukkan tumpulnya lini serang Spurs di bawah asuhan Frank.

Waktu yang Kian Menipis

Kontras antara performa Spurs di kompetisi Eropa dan Liga Premier Inggris sangat tajam. Meski mereka berpeluang lolos ke babak 16 besar Liga Champions jika menang melawan Eintracht Frankfurt pada Rabu besok, fakta bahwa mereka hanya memenangkan dua dari 14 laga liga terakhir adalah rapor merah yang sulit diabaikan.

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Spurs butuh perubahan, melainkan kapan manajemen klub akan mengambil keputusan tegas sebelum situasi di tribun penonton menjadi kian toksik. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Makassar Tekankan Peran Pemuda Jadi Motor Perubahan Saat Buka LK2 HMI
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Jangan Sampai Salah! Ini Aturan Baru Penggunaan Power Bank di Pesawat
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengamat nilai Indonesia perlu ubah dinamika di Dewan Perdamaian Gaza
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Regenerasi dan pelatnas, transisi Indonesia untuk Paralimpiade 
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Zodiak Paling Butuh Validasi
• 23 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.