JAKARTA, KOMPAS.com - Siomay berbahan ikan sapu-sapu memiliki ciri yang berbeda dibanding siomay dari ikan konsumsi pada umumnya.
Perbedaan itu bukan hanya pada harga bahan baku, tetapi juga pada warna, aroma, dan rasa yang bisa dikenali sejak adonan diolah hingga siomay matang disajikan.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh pedagang siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu sebagai salah satu bahan bakunya.
Baca juga: Dokter Ungkap Bahayanya Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar
Mamat (bukan nama sebenarnya) (51), pedagang siomay di sekitar Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, mengatakan daging ikan sapu-sapu memang tidak bisa disamakan dengan ikan konsumsi yang lazim dijual di pasar.
“Kalau pakai daging ikan sapu-sapu, warnanya memang agak lebih gelap, mirip bakso. Beda sama siomay yang kebanyakan tepung atau daging ikan segar yang warnanya agak pink,” ujar Mamat saat ditemui Kompas.com, Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, perbedaan paling mudah dikenali justru dari aromanya.
Daging ikan sapu-sapu disebut memiliki bau amis yang lebih kuat dibanding ikan konsumsi biasa seperti tenggiri atau bandeng.
“Terus memang biasanya lebih amis, tapi itu bisa diakalin pakai jeruk nipis,” kata Mamat.
Baca juga: Perjalanan Ikan Sapu-sapu, dari Kali Ciliwung ke Gerobak Siomay
Dari sisi rasa, Mamat menilai ikan sapu-sapu tidak terlalu berbeda jika sudah dicampur bumbu. Namun, karakter dasarnya tetap terasa, terutama jika porsi daging sapu-sapu lebih dominan.
Meski demikian, Mamat mengaku tidak selalu menggunakan 100 persen ikan sapu-sapu dalam adonan siomaynya.
“Enggak selalu. Kadang kalau nggak semuanya dari ikan sapu-sapu, saya campur sama ikan yang dagingnya memang dijual di pasar,” ujar Mamat.
Alasan penggunaan ikan sapu-sapu, menurut Mamat, lebih karena faktor ekonomi.
“Ya karena lebih murah. Terus juga kan sama-sama ikan. Enggak beracun juga, toh layak dimakan,” tutur Mamat.
Baca juga: Begini Risiko Makan Ikan Sapu-sapu dari Sungai yang Tercemar
KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Warga sedang memisahkan daging dari kulit ikan sapu-sapu hasil tangkapannya di atas rakit plastik di aliran Sungai Ciliwung, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Konsumen Mulai Waspada
Namun, perbedaan warna dan aroma tersebut kini justru menjadi sinyal kewaspadaan bagi sebagian konsumen.