JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah larangan konsumsi ikan sapu-sapu dari perairan tercemar, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan lain yang dinilai lebih aman dan bermanfaat.
Salah satu alternatif yang disoroti adalah pengolahan ikan sapu-sapu, termasuk bagian kulitnya, menjadi pupuk.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok menegaskan bahwa ikan sapu-sapu yang hidup di sungai tercemar tidak dianjurkan untuk dikonsumsi manusia. Namun, ikan tersebut masih memiliki potensi pemanfaatan di luar rantai pangan.
“Alternatif pemanfaatan ikan sapu-sapu dapat digunakan sebagai pakan ternak non konsumsi maupun sebagai pupuk,” ujar Hasudungan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Ciri Siomay Ikan Sapu-sapu, Warna Lebih Gelap dan Bau Lebih Amis
Menurut Hasudungan, dorongan pemanfaatan non-pangan ini berangkat dari dua pertimbangan utama, yakni perlindungan kesehatan masyarakat dan upaya pengendalian populasi ikan invasif di sungai-sungai perkotaan Jakarta.
Ikan sapu-sapu diketahui hidup dan berkembang biak di perairan dengan tingkat pencemaran tinggi, seperti Sungai Ciliwung.
Habitat tersebut membuat ikan ini berisiko membawa cemaran logam berat dan patogen, sehingga tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Baca juga: Dokter Ungkap Bahayanya Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar
Karena itu, KPKP menekankan bahwa pemanfaatan ikan sapu-sapu harus diposisikan secara tegas di luar konsumsi manusia.
“DKPKP umumnya terbuka untuk peluang pemanfaatan ikan sapu-sapu dengan menerapkan prinsip tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh manusia,” kata Hasudungan.
Ia menegaskan, pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai pupuk atau pakan ternak non-konsumsi tidak dimaksudkan untuk mengembangkan komoditas baru, melainkan sebagai langkah mitigasi.
“Pemanfaatan hanya diposisikan sebagai instrumen pengendalian populasi, bukan pengembangan komoditas,” ujar dia.
Baca juga: Perjalanan Ikan Sapu-sapu, dari Kali Ciliwung ke Gerobak Siomay
KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Tumpukan daging ikan sapu-sapu yang telah dipisahkan dari kulitnya diletakkan di atas rakit plastik setelah dibersihkan oleh Pitri (60) di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Pupuk sebagai Opsi Lebih Aman
Hasudungan menjelaskan, pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai pupuk dinilai relatif lebih aman dibandingkan mengolahnya menjadi bahan pangan.
Dalam konteks pertanian, ikan dan limbah ikan dikenal mengandung unsur organik yang dibutuhkan tanah.
Meski demikian, KPKP menekankan bahwa pemanfaatan tersebut tetap perlu dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian.
“Dikarenakan ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung hidup di sungai dengan pencemaran tinggi, sehingga diperlukan uji logam berat dan patogen untuk memastikan keamanan pangan,” kata Hasudungan dalam keterangan terpisah.