BKSAP soal WNI Scammer di Kamboja Bukan Korban: Akarnya Tak Dapat Kerja di RI

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera tak membantah Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar yang berpandangan WNI di Kamboja dan Filipina yang terlibat penipuan digital atau scam bukan korban TPPO karena telah melanggar pidana. Namun, Mardani menyebut para WNI menjadi scammer karena minimnya lapangan kerja di RI.

"Sebagian benar (WNI scammer di Kamboja bukan korban TPPO), tapi akarnya memang mereka tidak dapat pekerjaan di dalam negeri dan ada tawaran menggiurkan dari Kamboja," kata Mardani saat dihubungi, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Saat Bos OJK Sebut WNI di Kamboja Bukan Korban TPPO tapi Scammer

Meski begitu, Mardani menilai tidak perlu saling menyalahkan. Menurutnya, yang terpenting saat ini melindungi para WNI yang berada di Kamboja.

"Jangan saling menyalahkan, dahulukan perlindungan WNI, kondisi mereka berat," ucapnya.

Selain itu, Mardani juga meyakini ada WNI yang betul-betul menjadi korban TPPO di Kamboja. Apapun sebutannya, mereka tetap korban.

"Bisa TPPO dan juga scammer, tapi mereka tetap korban. Pemerintah perlu segera menuntaskan dan memulangkan WNI ini. Di Tanah Air bisa dilakukan pendataan untuk pembinaan lebih lanjut," ujar dia.

Pernyataan Bos OJK

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar berpandangan WNI di Kamboja dan Filipina yang terlibat penipuan digital atau scam bukan korban. Dia menilai para WNI telah melanggar pidana lantaran bekerja di usaha penipuan sebagai scammer.

Baca juga: Momen Interaksi Prabowo dan Trump Saat Teken Piagam Dewan Perdamaian

Hal itu disampaikan Mahendra saat menjawab pertanyaan anggota Komisi XI DPR dalam rapat kerja di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026) kemarin.

"Kalau saya agak kurang sepakat sepenuhnya mereka dianggap sebagai korban dari perdagangan orang atau manusia. Mereka ini scammer, scammer," kata Mahendra.

"Jadi mereka ini kriminal, iya, iya tapi mereka menjadi bagian yang melakukan operasi untuk scamming," tambahnya.




(maa/dhn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Lepas Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pramono Anung Sebut Perbaikan Jalan Lubang di Jakarta Dilakukan setelah 27 Januari, Ini Alasannya
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pengamat nilai Indonesia perlu ubah dinamika di Dewan Perdamaian Gaza
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Memahami Arti dan Filosofi Cap Go Meh, Jadi Puncak Sekaligus Penutup Rangkaian Perayaan Imlek 2026
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Dindik Jatim Terbitkan Imbauan Khusus untuk Mengurangi Sampah Plastik di Sekolah
• 4 menit lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.