Suasana pilu dan tangis menyelimuti upacara penghormatan dan pelepasan terhadap kapten pesawat serta dua pegawai KKP yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport.
Pesawat rute Yogyakarta-Makassar itu hilang kontak dan terjatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam peristiwa tersebut, seluruh 10 orang di dalam pesawat dinyatakan meninggal dunia, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga pegawai KKP yang menjadi penumpang.
Tiga jenazah disemayamkan dalam upacara yang berlangsung di Auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).
Ketiganya adalah Kapten Andy Dahananto selaku pilot pesawat, serta dua pegawai KKP, Ferry Irawan dan Yoga Naufal.
Ferry Irawan merupakan pegawai KKP berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas. Sementara itu, Yoga Naufal bertugas sebagai Operator Foto Udara.
Keduanya merupakan bagian dari tim air surveillance Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang tengah menjalankan tugas pengawasan.
Pantauan kumparan di lokasi, ketiga jenazah tiba di lokasi upacara pada pukul 8.07 WIB. Upacara pun dimulai pada pukul 9.07 WIB.
Upacara tersebut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebagai inspektur upacara, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Pung Nugroho Saksono (Ipunk), serta keluarga.
Haru dan isak tangis keluarga menyelimuti upacara persemayaman itu. Tampak para keluarga berpelukan untuk saling menenangkan. Dirjen Ipunk juga terlihat mendatangi para keluarga korban dan memeluk mereka satu per satu.
Usai prosesi upacara, ketiga jenazah dimakamkan di lokasi yang berbeda. Almarhum Ferry Irawan akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Yoga Naufal dimakamkan di TPU Malaka I, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Sementara Kapten Andy Dahananto akan dimakamkan di TPU Rancasadang, Tigaraksa, Tangerang.





