Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan apresiasi atas ketangguhan satuan pendidikan serta semangat gotong royong berbagai pihak dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana banjir di Provinsi Aceh.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, mengatakan bahwa keberlangsungan pembelajaran menjadi prioritas utama dalam situasi darurat pascabencana.
“Dalam kondisi pascabencana, yang terpenting adalah memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan aman dan bermakna, meskipun pembelajaran harus dilakukan secara paralel, menumpang di sekolah lain, atau memanfaatkan ruang belajar sementara,” ujar Gogot dalam keterangan tertulis, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menambahkan, Kemendikdasmen terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta para pemangku kepentingan terkait guna mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak banjir.
Berdasarkan data Kemendikdasmen per 5 Januari 2026, tercatat sebanyak 2.639 sekolah di Aceh terdampak bencana banjir. Dari jumlah tersebut, 2.805 sekolah masih melaksanakan pembelajaran di sekolah asal dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Selain itu, sebanyak 2.532 sekolah menyelenggarakan pembelajaran menggunakan tenda darurat. Sementara 82 sekolah menumpang di satuan pendidikan lain, 26 sekolah menerapkan sistem double shift, 94 sekolah telah kembali siap melaksanakan pembelajaran secara normal, dan 166 sekolah masih dalam tahap pembersihan.
Proses pembersihan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir Januari 2026. Namun, kondisi cuaca yang belum stabil serta terjadinya banjir susulan di sejumlah wilayah masih menjadi kendala dalam percepatan pemulihan.
Adapun sekolah yang masih dalam proses pembersihan tersebar di beberapa kabupaten, di antaranya 40 sekolah di Aceh Tamiang, 35 sekolah di Aceh Timur, 24 sekolah di Bener Meriah, 32 sekolah di Bireuen, 20 sekolah di Pidie Jaya, 14 sekolah di Gayo Lues, serta 14 sekolah di Nagan Raya.
Kabupaten Aceh Tamiang tercatat sebagai wilayah dengan tingkat dampak paling parah akibat bencana banjir tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F25%2F990b9b08-cf2c-35d6-9d0b-b8c86f05c158_heic.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481226/original/052597200_1769082293-PSIM_Yogyakarta_Vs_Persebaya_Surabaya.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5349930/original/000498800_1757942353-luq.jpg)