Jakarta International Stadium dan Ancol Taman Impian yang selama ini terpisah seolah akan menyatu. ”Ego sektoral” dua kawasan yang hanya terpisah jalan ini diharapkan luruh oleh pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang Bersama BTN.
Selama ini akses menuju stadion megah di Jakarta Utara itu jadi kendala. Keluhan soal akses ini sudah berulang disuarakan sejak Stadion Internasional Jakarta atau Jakarta International Stadium (JIS) berdiri tiga tahun lalu.
PT Jakarta Propertindo (Perseroda), PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menandai pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bersama BTN pada Minggu (25/1/2026).
JPO tersebut merupakan kelanjutan jembatan yang selama ini baru terhubung dari JIS hingga bantaran Kali Ancol. JPO Bersama BTN dirancang sepanjang 166 meter dengan lebar 6,6 meter serta jalur pedestrian 300 meter dan tinggi clearance jalan 5,1 meter.
Strukturnya terdiri atas beton bertulang baja. Sementara fasadnya melengkung seperti JIS, menyatu secara visual, dan memperkuat konektivitas. Akses pintu masuk dan keluar berada di area concourse JIS dan terhubung dengan JPO eksisting.
Proyek tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026. Dengan begitu jembatan diharapkan bisa digunakan saat ada ajang konser atau pertandingan sepak bola di sisa tahun.
"Saya sebenarnya termasuk yang nunggu-nunggu. Ini kapan groundbreaking (JPO). Kenapa harus nunggu 2026 gitu?” kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara Nixon LP Napitupulu.
Ketiga pihak sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 19 Agustus 2025 di Balai Kota Jakarta. Kemitraan yang disebut strategis itu untuk memperkuat pembenahan fasilitas olahraga di Ancol Taman Impian dan JIS serta bagian transformasi Jakarta menuju kota global.
Penguatan itu salah satunya dengan menuntaskan pembangunan jembatan dari JIS ke Ancol Taman Impian agar warga leluasa mengakses kedua aset Pemprov DKI Jakarta tersebut.
Nixon mengatakan, JPO akan menghubungkan kedua kawasan dan menjadi ikon. Koneksi juga penting dalam rangka mewujudkan pusat keramaian baru di Jakarta Utara.
"Kami berharap kawasan ini menjadi landmark baru, sekaligus penggerak aktivitas kawasan," ujar Nixon.
Harapan itu cukup beralasan. Sebelum menandai pembangunan JPO, pada Minggu (25/1/2026) siang, Nixon berkeliling JIS bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan jajarannya. Mereka melihat akses stadion, mulai dari kereta rel listrik (KRL), Transjakarta, dan jalan raya hingga potensi wisata Danau Cincin.
Masalah akses JIS ramai diperbincangkan seusai konser band Dewa 19 pada 4 Februari 2023. Penonton memprotes minimnya layanan transportasi umum dan akses jalan menuju stadion.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta kemudian melebarkan jalan dan trotoar untuk halte dan pejalan kaki. Pelebaran ruas Jalan Sunter Permai di depan pintu barat JIS meliputi konstruksi jalan dan saluran sehingga lebarnya dapat menampung empat kendaraan dari sebelumnya dua kendaraan.
Ramp Papanggo juga dibangun di lahan RW 007, 009, 010, dan 012 Kelurahan Papanggo. Ramp Papanggo merupakan akses penghubung dari jalan Tol Dalam Kota, tepatnya di Kilometer 15 Ancol menuju JIS dan sebaliknya.
Lima bulan berselang, yakni pada 4 Juli 2023, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau JIS untuk turnamen sepak bola Piala Dunia U-17.
Akses ke JIS ditambah lima dari hanya satu akses. Tambahan itu mencakup JPO ke Ancol sebagai salah satu kantong parkir, jalan tembus yang terhubung dengan Jalan Tol Pelabuhan, stasiun kereta yang terhubung dengan JIS, pelintasan sebidang, serta lahan parkir di ujung jalan Kampung Bambu.
"Dan ternyata, problem yang paling utama untuk membuat JPO atau jembatan ini adalah ego sektoral yang berlebihan. Padahal, kalau dilihat di lapangannya sebenarnya enggak terlalu sulit," kata Pramono.
Ia mempertemukan Jakarta Propertindo, Ancol Taman Impian, dan Bank Tabungan Negara (BTN). Kesepakatan sudah terjalin, tetapi baru bisa dimulai akhir Januari 2026.
"Termasuk nama JPO, tadinya mau JPO Ancol BTN JIS. Saya bilang enggak enak banget. Kenapa enggak JPO Bersama BTN," seloroh Pramono.
Selain JPO, Museum Persija Jakarta juga akan dibangun di kawasan itu. Tujuannya, kawasan tersebut tumbuh jadi ikon baru.
"Intinya adalah saya ingin betul-betul membangun, mengembangkan Jakarta. Bahwa ada persoalan-persoalan lapangan, iya," kata Politisi PDI Perjuangan itu.
Pramono kembali menyampaikan harapan yang sama seperti saat penandatanganan nota kesepahaman di Balai Kota Jakarta pada 19 Agustus 2025. Ia berharap ada manfaat sebesar-besarnya dari kerja sama tersebut.
Tak hanya mengembangkan kawasan terpadu, ia berharap ada efek pengganda (multiplier effect) ekonomi sekaligus memperkuat posisi JIS sebagai destinasi berskala nasional maupun internasional. Kerja sama itu juga diharapkan menjadi corporate branding atau strategi pemasaran untuk citra perusahaan, aktivasi produk, dan dukungan pembiayaan atau layanan perbankan.
Acara seperti pertandingan sepak bola, konser, dan lainnya bisa terselenggara dengan lebih baik di dua kawasan tersebut. Sebagai contoh, orang-orang tidak lagi kesulitan parkir di JIS karena sudah tersedia di Ancol Taman Impian dan akses antarkawasan lebih mudah dengan kehadiran bus wara wiri.
"Pintu gerbang Ancol dari dulu gitu-gitu saja. Siapa tahu BTN tertarik," kata Pramono.
Direktur Utama Jakarta Propertindo Iwan Takwin sebagai pengelola JIS dalam kesempatan itu menyebut, JPO sebagai pemecah masalah akses yang selama ini menjadi isu di JIS. Pembangunan yang menghubungkan JIS dan Ancol mengusung hak penamaan ”Bersama BTN” selama 10 tahun ke depan.
"Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan kolaborasi dari visi besar dan transformasi Jakarta menuju kota global yang hijau, tangguh, dan berdaya saing global dan inklusif sekaligus upaya memperkuat konektivitas antar kawasan wisata, olahraga, dan pemukiman tentunya," kata Iwan.
JPO menghadirkan inklusivitas sehingga dua entitas bisnis tersebut dapat dengan mudahnya melakukan satu kegiatan bersama. "Target kami ini bisa berjalan di April 2026 nanti. Mudah-mudahan bisa selesai sesuai dengan target dan bisa diakselerasi," kata Iwan.




