Penulis: Fityan
TVRINews-Nuuk
Kepolisian Greenland mengonfirmasi pembentukan kawasan militer sementara di Kangerlussuaq dan Nuuk guna memperkuat penyimpanan logistik pertahanan.
Greenland secara resmi menetapkan status zona militer tertutup di Kota Kangerlussuaq.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya pengamanan dan penyimpanan peralatan militer di wilayah otonom tersebut.
Melansir laporan Sputnik via otoritas keamanan setempat telah menyetujui aktivasi zona militer sementara yang mencakup dua titik krusial, yakni ibu kota Nuuk dan
Kangerlussuaq. Di Kangerlussuaq, area tersebut kini difungsikan sepenuhnya untuk mobilisasi dan penyimpanan perangkat keras militer angkatan bersenjata Denmark.
Pengamanan Ketat dan Ekspansi Wilayah
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah serupa yang dilakukan di Nuuk pada pekan lalu.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh area yang ditetapkan akan berada di bawah pengawasan ketat dan tertutup total bagi masyarakat umum guna menjamin kerahasiaan operasional.
"Satu zona tambahan dijadwalkan akan dibentuk di wilayah tersebut pada pekan depan. Kawasan ini direncanakan untuk menampung fasilitas hotel terapung bagi personel terkait," tulis pernyataan resmi kepolisian setempat.
Signifikansi Geopolitik Greenland
Penetapan zona militer ini muncul di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan kepentingan Amerika Serikat.
Greenland, yang secara administratif merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, terus menjadi sorotan internasional setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali menyuarakan pentingnya pulau tersebut bagi keamanan nasional AS.
Menanggapi ketertarikan Washington, otoritas Denmark dan pemerintah lokal Greenland telah memberikan peringatan tegas.
Mereka menekankan pentingnya penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Kerajaan Denmark atas pulau strategis di Arktik tersebut.
Langkah penguatan militer di Kangerlussuaq ini dipandang oleh para analis sebagai sinyalemen kedaulatan Denmark yang tetap kokoh di wilayah utara, sekaligus merespons peningkatan aktivitas militer global di kawasan kutub.
Editor: Redaktur TVRINews





