Longsor dan tanah bergerak terjadi di Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat. Total tiga unit rumah dan jalan desa di Sukamakmur mengalami kerusakan.
"Kondisi tanah yang labil serta durasi hujan yang lama mengakibatkan pergerakan tanah dan longsor, yang berdampak pada jalan desa dan beberapa unit rumah di wilayah tersebut mengalami kerusakan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Peristiwa terjadi saat wilayah timur Kabupaten Bogor diguyur hujan deras pada Sabtu (24/1) sore sekitar pukul 16.40 WIB. Tiga rumah warga retak-retak pada dindingnya dan jalan penghubung antar kampung retak sepanjang 48 meter.
"Dampak kejadian, jalan desa penghubung Kampung Pancuran dan Kampung Jereged mengalami pergerakan tanah dengan rincian panjang retakan kurang lebih 48 meter dan lebar retakan kurang 2-5 meter," kata Adam.
"(Kemudian) tanah longsor sempat menutup setengah ruas jalan kabupaten, namun material longsoran sudah dibersihkan oleh warga," imbuhnya.
Adam menyebutkan, asesmen dan penanganan sementara sudah dilakukan di titik kejadian. Saat ini, jalan desa yang mengalami retakan belum bisa dilakui kendaraan karena bergelombang dan membahayakan.
"Untuk jalur Kampung Pancuran dan Kampung Jereged belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, serta aktivitas warga yang berjalan kaki pun kesulitan, karena dampak pergerakan tanah jalan menjadi bergelombang dan licin," kata Adam.
Di tempat lain, kata Adam, sebanyak sembilan rumah rusak imbas pergerakan tanah di Bojongkoneng, Kabupaten Bogor. Pergerakan tanah mengakibatkan dinding dan lantai rumah warga retak.
"Adanya pergerakan tanah di Kp Gunung Batu Kidul RT 01/11 Desa Bojong Koneng, sehingga sembilan unit rumah terdampak keretakan di bagian tembok dan lantai serta permukaan lantai terangkat," kata Adam Hamdani.
(sol/ygs)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482789/original/005757800_1769250511-IMG_20260124_163132.jpg)