Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Nusantara
Otorita Ibu Kota Nusantara resmi menggandeng investor internasional, Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Uni Emirat Arab (UEA) yang berfokus pada infrastruktur dan real estat, untuk pengembangan kawasan terpadu (mixed-use) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam keterangan yang diterim pada Minggu, 25 Januari 2026, kesepakatan tersebut ditandai dengan Penandatanganan Kerja Sama yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, bersama Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem.
“Pertumbuhan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Dan Insyaallah ekonomi (di IKN) tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek yang besar untuk memenuhi kebutuhan,” ungkap Chairman Ayedh Dejem Group.
Kerja sama ini mencakup pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, yang terletak di posisi strategis tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Di lokasi ini, Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan (shopping mall), serta fasilitas ibadah berupa masjid.
Terkait komitmen tersebut, Syeikh Ayedh Dejem menegaskan keyakinannya berdasarkan latar belakang kekuatan ekonomi kedua belah pihak.
“Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” tambahnya.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyambut positif tuntasnya kesepakatan alokasi lahan strategis tersebut.
“Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 23 Januari, OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektar,” ujar Sudiro.
Selanjutnya, ia merincikan estimasi nilai investasi serta tahapan pra-konstruksi yang akan dilaksanakan.
“Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetilan di perencanaan kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian,” tambahnya.
Sesuai dengan tahapan tersebut, pembangunan konstruksi fisik segera dimulai pada pertengahan tahun 2027 dan terus berlangsung secara berkelanjutan hingga lima tahun ke depan.
Realisasi investasi ini merupakan buah dari proses panjang dan komitmen serius kedua belah pihak. Sebelumnya, Ayedh Dejem Group telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan di Nusantara dan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025 lalu.
Editor: Redaktur TVRINews




