Menyimpan bahan makanan dengan benar menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga. Sebab, bahan makanan yang sudah rusak tidak hanya menurunkan kualitas rasa, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika tetap dikonsumsi.
Waspada Tanda Kerusakan Bahan Makanan, Ini Kata AhliDietition, Fitri Hudayani, SST, SGz, MKM, CHNMP, menjelaskan bahwa tanda-tanda kerusakan bahan makanan sebenarnya cukup mudah dikenali. Beberapa di antaranya adalah perubahan warna, aroma, dan rasa.
Pada makanan berkemasan, kerusakan juga bisa ditandai dengan kemasan yang menggembung atau mengeluarkan gas. Jika tanda-tanda ini sudah muncul, makanan tersebut sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi.
Selain itu, Fitri juga menambahkan bahwa kerusakan bahan makanan juga sangat mungkin menyebabkan penurunan nilai gizi. Ketika kualitas bahan makanan menurun, maka kandungan gizinya pun ikut berkurang. Artinya, meskipun makanan tersebut masih terlihat layak, manfaat gizinya bisa jadi sudah tidak optimal bagi tubuh.
“Untuk penurunan nilai gizi dari bahan makanan tersebut juga sangat mungkin terjadi karena penurunan kualitas akan mempengaruhi kualitas nilai gizinya,” ucapnya kepada kumparanMOM, Rabu (21/1).
Disarankan Tidak Menyimpan Terlalu Banyak Bahan MakananSebagai langkah pencegahan, Fitri menyarankan untuk tidak menyimpan terlalu banyak bahan makanan sekaligus. Dengan jumlah simpanan yang lebih terkendali, kita bisa lebih mudah memantau kondisi bahan makanan, mengelola stok dengan baik, serta mengurangi risiko sisa makanan yang terbuang.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memperhatikan kondisi bahan makanan sebelum dikonsumsi, demi menjaga kualitas gizi dan keamanan pangan sehari-hari ya, Moms.





