PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Brebes bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang menerjang Kecamatan Bumiayu akibat cuaca ekstrem. Dua unit alat berat dikerahkan untuk melakukan sodetan alur sungai guna mencegah luapan air kembali menghantam tebing dan permukiman warga, Sabtu (24/1/2026) malam.
Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang melanda wilayah Brebes bagian selatan tersebut, Jumat (23/1/2026) dini hari. Sejumlah kecamatan terdampak, di antaranya Kecamatan Sirampog, Bumiayu, dan Paguyangan. Bencana yang terjadi meliputi banjir bandang, longsor, pergerakan tanah, serta pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur.
Banjir bandang di Kali Keruh kembali merusak jalan kabupaten ruas Adisana-Cilibur. Badan jalan tergerus dan talud penahan jalan sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 5 meter dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Baca juga : Bumiayu Brebes kembali Diterjang Banjir Bandang, 11 Rumah Warga Hilang
Desa Dukuhturi menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Di Dukuh Kalker RT 05 RW 01, banjir Kali Keruh menyebabkan 11 rumah dilaporkan hanyut. Puluhan jiwa terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, di RT 01 RW 01 Desa Dukuhturi, sedikitnya tujuh rumah dilaporkan rusak berat atau hanyut terbawa banjir, dan empat rumah lainnya terancam. Di Desa Kalierang, Dukuh Krajan 1 RT 01 RW 01, tercatat sebanyak 11 rumah warga terdampak akibat luapan banjir.
Wakil Bupati Brebes Wurja, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes,Tahroni, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Bumiayu.
Wurja menegaskan langkah darurat segera dilakukan dengan mengerahkan dua unit alat berat untuk membuat sodetan alur sungai.
Baca juga : BBMKG Imbau Masyarakat Bali Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem 21-27 Januari
"Langkah ini bertujuan mengalihkan arus air agar tidak kembali menghantam tebing sungai dan permukiman warga yang berpotensi memperparah kerusakan," ujar Wurja.
Pemkab Brebes juga memastikan penanganan darurat terus dilakukan sembari melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga terdampak.
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan," imbau Wurja.(Z-2)




