Apa Itu Whip Pink yang Ramai Dibahas di Medsos? Ini Kandungannya

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Belakangan, media sosial diramaikan oleh perbincangan soal produk bernama Whip Pink. Sejumlah warganet menyoroti produk ini karena disebut-sebut disalahgunakan hingga menimbulkan efek “mabuk” atau nge-fly, terutama di kalangan anak muda.

Lantas, apa yang sebenarnya membuat Whip Pink bisa memicu efek tersebut?

Jawabannya berkaitan dengan kandungan nitrous oxide (N₂O). Di situs resminya, Whip Pink dijelaskan sebagai produk untuk kebutuhan kuliner, khususnya dalam pembuatan whipped cream sebagai pelengkap makanan dan minuman. Produk ini sejatinya tidak berisi krim, melainkan gas nitrous oxide bertekanan, yang juga dikenal dengan sebutan whippets.

Istilah whippets merujuk pada tabung atau cartridge kecil berisi nitrous oxide yang digunakan untuk mendorong krim keluar dari tabung whipped cream. Dalam konteks kuliner, gas ini berfungsi sebagai propelan dan tidak untuk dihirup.

Dalam dunia medis, nitrous oxide memang dikenal sebagai obat inhalan. Gas ini digunakan secara aman dan terkontrol oleh tenaga medis, misalnya oleh dokter atau dokter gigi, untuk membantu pasien merasa lebih rileks saat menjalani prosedur tertentu.

Namun, belakangan penggunaan whippets justru memicu kekhawatiran. Di media sosial, terutama TikTok, beredar video remaja dan anak muda yang mengisap gas nitrous oxide secara sengaja untuk mencari sensasi tertentu.

Dalam praktik penyalahgunaan, gas N₂O dihirup langsung dari cartridge, dari balon yang diisi gas, atau bahkan dari kantong plastik yang ditutupkan ke kepala. Efek yang dicari adalah sensasi “high” singkat atau nge-fly, yang kerap disamakan dengan poppers.

“Menghirup nitrous oxide menghasilkan efek cepat yang hanya bertahan beberapa detik hingga satu-dua menit,” ujar dr. Bryan Baskin, dokter IGD di Cleveland Clinic. “Biasanya berupa sensasi kesemutan, pusing, rasa tenang atau rileks, disertai bicara pelo dan gangguan koordinasi.”

Cartridge nitrous oxide sendiri dijual bebas dan tidak hanya ditemukan dalam kemasan krim kocok. Di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, penjualan tabung ini bahkan dibatasi untuk usia di bawah 21 tahun sebagai upaya menekan penyalahgunaan inhalan.

Perlu dicatat, penggunaan nitrous oxide di dunia medis selalu dikombinasikan dengan aliran oksigen tinggi. Prosedur ini bertujuan menjaga kadar oksigen dalam tubuh tetap aman—sesuatu yang tidak ada dalam penggunaan rekreasional.

Seberapa Berbahayakah Whippets?

Seperti halnya penyalahgunaan inhalan lain, misalnya lem atau cat, whippets menyimpan risiko serius bagi kesehatan. Menghirup zat yang tidak ditujukan untuk masuk ke dalam tubuh bukanlah praktik yang aman.

Dalam jangka pendek, penggunaan whippets dapat mengganggu fungsi kognitif dan kemampuan motorik, yang berpotensi berujung fatal. Beberapa penelitian juga mencatat adanya risiko gangguan psikiatris, seperti halusinasi dan paranoia.

Efek lain yang dapat muncul antara lain pusing, pingsan, gangguan irama jantung, sakit kepala, mual, hingga emosi yang tidak stabil. Risiko ini akan meningkat secara signifikan jika paparan terjadi berulang kali.

Dampak Jangka Panjang: Ancaman bagi Saraf hingga Organ Vital

Penyalahgunaan whippets dalam jangka panjang berpotensi merusak sistem saraf, otot, ginjal, dan hati. Salah satu dampak yang paling disorot adalah defisiensi vitamin B12 yang parah.

“Penggunaan whippets secara masif mengganggu kemampuan tubuh memproses vitamin B12,” kata dr. Baskin. “Akibatnya bisa terjadi gangguan saraf dan kelemahan otot berat hingga perlu dirawat di rumah sakit.”

Gejala yang muncul dapat berupa gangguan keseimbangan, mati rasa, hingga perubahan kondisi psikiatris. Dalam kasus kronis, kondisi ini bahkan bisa menyerupai sindrom Guillain-Barré, yakni ketika sistem imun menyerang saraf tubuh sendiri. Pada kondisi ekstrem, penderita berisiko kehilangan fungsi otot secara permanen.

Selain itu, penggunaan nitrous oxide secara berulang menurunkan kadar oksigen dalam darah. Organ-organ vital seperti ginjal dan hati, yang berada di ujung rantai suplai oksigen, menjadi sangat rentan mengalami kerusakan.

“Jika saturasi oksigen terus menurun, organ-organ ini akan kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan,” lanjut dr. Baskin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga memperingatkan bahwa menghirup nitrous oxide dapat memicu berbagai gejala serius, mulai dari gangguan sel darah, sesak napas, pembekuan darah, gangguan saraf, kesulitan berjalan, hingga dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

Apakah Whippets Menyebabkan Kecanduan?

Secara fisik, whippets tidak menimbulkan ketergantungan seperti narkotika jenis kokain atau heroin. Namun, ketergantungan psikologis tetap bisa terjadi.

Efek “high” yang dirasakan bukan berasal dari lonjakan dopamin atau serotonin, melainkan akibat berkurangnya oksigen dan meningkatnya karbon dioksida dalam tubuh. Meski efeknya singkat, sensasi ini dapat memicu keinginan untuk terus mengulanginya.

“Terutama pada anak muda, sering muncul pola pikir ‘kalau sedikit enak, lebih banyak pasti lebih enak’. Di situlah bahaya mengintai,” ujar dr. Baskin.

Karena efeknya cepat hilang, penggunaan berulang dalam waktu singkat kerap terjadi. Padahal, semakin banyak gas yang dihirup, semakin besar pula risiko kekurangan oksigen. Dalam kasus tertentu, penggunaan dosis sangat tinggi bahkan bisa berujung pada kematian akibat sesak napas.

Fenomena Whip Pink dan whippets menjadi pengingat bahwa produk rumah tangga yang mudah diakses pun dapat disalahgunakan. Karena itu, kewaspadaan orang tua dan pengasuh sangat dibutuhkan.

“Whippets adalah satu lagi ancaman yang perlu diketahui orang tua. Mudah didapat, mudah dicoba, dan sering kali remaja tidak memahami dampak jangka panjangnya,” kata dr. Baskin. “Anak muda sudah vaping, menghirup zat berbahaya, dan sekarang whippets menambah daftar panjang benda sehari-hari yang bisa disalahgunakan dan menyebabkan kerusakan serius.”

Viralnya tren ini menunjukkan bahwa tidak semua konten di media sosial sekadar hiburan. Sebagian justru membawa risiko nyata, terutama bagi kesehatan generasi muda.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Isak Tangis Iringi Pemakaman Pramugari Pesawat ATR 42-500 Esther dan Florencia | SAPA PAGI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Seluruh Korban Jatuhnya Pesawat IAT di Pangkep Berhasil Diidentifikasi Tim DVI
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Film Landasan Garapan MD Pictures dan Bayu Skak Cari Pemain Lokal di Purwokerto
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Cathie Wood Borong Saham Netflix Rp122 Miliar di Tengah Drama Akuisisi, Siapa Dia?
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Suporter PSM Sudah Gerah, Desak Segera Depak Yuran Fernandes yang Sering Blunder
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.