Cathie Wood Borong Saham Netflix Rp122 Miliar di Tengah Drama Akuisisi, Siapa Dia?

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Saham Netflix diborong di tengah akusisi yang alot antara Neflix dan Warner Bros. Discovery (WBD). Total pembelian saham platfrom streaming ini mencapai US$7,27 juta atau sekitar Rp 122,1 miliar (estimasi kurs Rp 16.800 per dolar AS). 

Diketahui investor yang memborong saham Netflix adalah Cathie Wood yang merupakan  bos perusahaan manajemen investasi, ARK Invest. Ia membeli saham berkode NFLX pada 21 Januari 2026 setelah perusahaan mengumumkan kinerja kuartal IV-2025 solid, khususnya dua lini bisnis melampaui ekspektasi pasar.

Baca Juga :
Kekayaan Elon Musk Nyaris Capai Rp13.460 Triliun Usai Saham Tesla Reli Pesat, Hartanya Diprediksi Tembus Segini
IHSG Sesi I Terkapar, Saham Konglomerasi dan Plat Merah Cerah

Meski laporkan keuangan kinclong, saham Netflix justru ambruk lantaran pasar mengabaikan laporan kuartalan itu dan lebih fokus terhadap perang penawaran dengan Paramont untuk mengambilalih WBD. Ketidaksinkronan antara kinerja fundamental dan respons pasar inilah yang dibaca Wood sebagai peluang.

Wood menilai pasar keliru membaca prospek jangka panjang Netflix. Ia memanfaatkan koreksi harga untuk menambah kepemilikan saham, dengan keyakinan bahwa tekanan saat ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan potensi pertumbuhan perusahaan ke depan.

CEO Netflix Ted Sarandos
Photo :
  • fandomwire

Dalam enam bulan terakhir, saham Netflix memang berada di bawah tekanan dengan penurunan sekitar 31 persen. Namun, secara historis kinerja saham ini masih tergolong kuat. 

Dalam tiga tahun terakhir, Netflix telah mencatatkan kenaikan sekitar 150 persen. Pencaapaian ini menjadikan perusahaan yang dipimpin Ted Sarandos menjadi salah satu saham multibagger di sektor teknologi dan media.

Kinerja ARK Invest sepanjang 2025 turut memperkuat keyakinan Wood. Strategi investasi berbasis disruptive innovation yang diusung ARK membukukan performa impresif.  

Ia optimistis tren positif tersebut akan berlanjut pada tahun 2026. Prediksi Wood menepis soal potensi gelembung kecerdasan buatan (AI bubble) dan menegaskan perkembangan teknologi justru memasuki fase belanja modal terbesar dalam sejarah.

"Apa yang dulu dianggap sebagai batas atas belanja kini menjadi batas bawah, seiring teknologi AI, robotik, penyimpanan energi, blockchain, dan multiomics sequencing siap digunakan secara luas,” ujar Wood dikutip dari The Street pada Minggu, 25 Januari 2026. 

Dari sudut pandang tersebut, Netflix dipandang sebagai pemain utama yang akan diuntungkan oleh perubahan besar dalam ekonomi media global. Meski sahamnya sempat melemah, Wood menilai fundamental jangka panjang Netflix tetap kokoh, ditopang oleh adopsi teknologi dan perubahan perilaku konsumsi konten digital.

Baca Juga :
Bahlil Bocorkan Isi Pertemuan dengan Gubernur Papua, Ada soal Jatah Saham Freeport
Ini Biang Kerok Harga Bitcoin Anjlok, Nasibnya Beda dengan Emas
IHSG Menguat 49 Poin di Sesi I, Cek 3 Saham di Puncak Jajaran LQ45

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Warga Malaysia Minta Bergabung ke RI, Janji Setia Cinta Tanah Air
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Motion Glass Debut ke Industri Musik Lewat Single Perdana Berjudul Pahami
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
BPKH Ungkap Kendala Rambah Investasi Emas hingga Perluas Portofolio
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Gairah Baru Mini Soccer: Asi Karlina Intan Sari Resmi Pimpin KSMI Palembang
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Yang Baru Didahulukan, yang Lama Disuruh Ikhlas
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.