Bandung: Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada hari kedua. Proses pencarian masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi material longsoran.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pemetaan lokasi pencarian dilakukan berdasarkan hasil asesmen lapangan. Tim belum dapat menentukan titik fokus pencarian secara maksimal karena kondisi tanah yang masih labil.
"Untuk menentukan titik-titik fokus pencarian hari ini, kami melihat hasil asesmen di lapangan. Material longsoran ini tanahnya lunak karena bercampur air," ujar Ade, Minggu, 25 Januari 2026.
Baca Juga :
Longsor Cisarua Sisakan Duka Mendalam Bagi Warga TerdampakAde menjelaskan, tim telah menyiapkan alat berat untuk mendukung proses evakuasi. Namun, penggunaannya masih sangat bergantung pada kondisi lapangan.
“Alat berat sudah disiapkan. Kalau memang belum bisa diturunkan, besok kita gunakan alat konvensional atau manual. Tapi jika lokasi terdampak memungkinkan, alat berat akan langsung kami turunkan,” katanya.
Ade mengungkapkan cuaca menjadi hambatan utama selama pencarian hari pertama. Hujan sedang hingga lebat yang turun bergantian membatasi pergerakan tim SAR di lapangan.
"Hambatan pertama adalah cuaca. Hujan turun dari intensitas sedang sampai lebat, kemudian sempat cerah, lalu hujan lagi. Hambatan kedua adalah material longsoran yang lunak, sehingga tim SAR gabungan belum bisa masuk ke area longsor,” jelas Ade.
Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Dari hasil asesmen sementara, tim SAR mengidentifikasi timbunan longsor setinggi sekitar lima meter. Material longsor tersebut menimbun sejumlah rumah warga.
"Dari laporan, timbunan longsor kira-kira lima meter. Rumah-rumah yang terkubur juga tertimbun material setebal itu," tandas Ade.




