Pemkab Agam Butuh 1.744 Hunian Tetap untuk Penyintas Banjir Bandang dan Longsor

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan kebutuhan pembangunan sebanyak 1.744 unit hunian tetap bagi penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Ratusan Keluarga Masih Tinggal di Hunian Sementara dan Rumah Keluarga

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan bahwa hunian tetap dibutuhkan di tiga kecamatan, yaitu Palembayan, Malalak, dan Tanjung Raya.

Penyintas yang rumahnya mengalami kerusakan berat saat ini masih tinggal di hunian sementara maupun menumpang di rumah keluarga.

Pembangunan hunian tetap telah dimasukkan dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Pemerintah juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan di dua lokasi, yaitu Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang di Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, dan di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya.

Kedua lahan tersebut merupakan aset milik Pemkab Agam.

Ribuan Rumah Rusak Berat, Ratusan Korban Jiwa

Bencana banjir bandang dan longsor di Agam mengakibatkan 2.283 unit rumah mengalami kerusakan berat, baik rusak fisik, hanyut, maupun terancam.

Dari jumlah tersebut, 358 kepala keluarga memilih tinggal di hunian sementara, 612 kepala keluarga memilih menerima dana tunggu hunian, dan sisanya masih dalam proses verifikasi.

Hunian sementara dibangun di berbagai lokasi, di antaranya:

117 unit di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia

88 unit di Lapangan Bola Padang Sibabaju Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia

51 unit di Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang

33 unit di Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto

14 unit di Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur

35 unit di Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau

19 unit di Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto

Hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak telah selesai dan kini dihuni oleh 117 penyintas, sementara lokasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Bencana ini juga menewaskan 202 orang.

Santunan telah disalurkan kepada 195 korban, sedangkan tujuh orang belum menerima santunan karena tidak memiliki keluarga yang bisa dihubungi.

"Tujuh korban ini kemungkinan merupakan korban sekeluarga yang seluruhnya meninggal," ungkap Bupati Benni Warlis.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kata John Herdman Usai Saksikan Laga Persija Vs Madura United
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Bangkit dari Rugi, MMIX Incar Bisnis Baby Care Tumbuh hingga 11% di 2026
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Antisipasi Banjir Susulan, Pemkot Tangerang Pasang Kisdam Atasi Tanggul Jebol
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Hasil BRI Super League: Sama-sama Berakhir Dramatis! Persita Vs Bhayangkara dan Bali United Kontra Semen Padang Bermain Imbang
• 19 jam lalubola.com
thumb
Gizi Sampai Puncak Menoreh
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.