Bangkit dari Rugi, MMIX Incar Bisnis Baby Care Tumbuh hingga 11% di 2026

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) sukses mencatatkan turnaround kinerja dengan membalikkan posisi rugi menjadi laba sebesar Rp2,1 miliar pada kuartal III 2025. Perbaikan kinerja ini turut ditopang lonjakan pendapatan yang tumbuh signifikan secara tahunan.

Pada kuartal III 2025, pendapatan MMIX melesat 85% menjadi Rp137,9 miliar. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen baby care, khususnya produk popok bayi, yang menjadi kontributor utama penjualan. Di saat yang sama, segmen personal care juga ikut menopang kinerja berkat peningkatan permintaan pasar serta strategi distribusi yang semakin optimal.

Memasuki 2026, perusahaan menetapkan arah bisnis dengan menempatkan segmen baby care sebagai growth engine utama. Di sisi lain, MMIX tetap melakukan diversifikasi produk secara selektif di kategori personal care dan adult care demi menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. 

Strategi ini sejalan dengan dinamika pasar FMCG Indonesia yang diproyeksikan tumbuh 6–9% YoY pada 2026, dengan segmen baby & child care diperkirakan meningkat 8–11% YoY menjadi USD1,8 miliar, sementara personal care & beauty diprediksi tumbuh 9–12% YoY menjadi USD2,5 miliar.

Baca Juga: Jejak Bisnis Dharma Mangkuluhur, Generasi Baru Keluarga Cendana

Kontribusi segmen mom & baby diproyeksikan tetap mendominasi sekitar 40–50% dari total pendapatan MMIX pada 2026. Kinerja tersebut akan diperkuat oleh peningkatan produktivitas pabrik popok bayi dan dewasa.

Sementara itu, lini tisu basah dan produk hygiene diperkirakan menyumbang 15–20% terhadap revenue 2026, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk kebersihan dan kebutuhan harian.

Mengamati perubahan perilaku konsumen dalam data penjualan periode 2023–2025, Direktur Utama MMIX Mengky Mangarek menilai bahwa konsumen, terutama generasi Gen Z dan Alpha, kini semakin berperan sebagai smart buyer. Akses informasi yang luas membuat konsumen lebih mandiri, rasional, dan berorientasi pada value

Preferensi terhadap produk yang praktis dan multifungsi juga terus meningkat, sementara fleksibilitas kemasan, baik dalam bentuk small pack maupun value pack, menjadi semakin relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Baca Juga: OutSystems Ungkap Arah Baru Pemanfaatan AI di Dunia Bisnis pada Tahun 2026

Di tengah dominasi kanal digital dan penguatan pendekatan omnichannel, pola belanja masyarakat pun ikut berubah. Kondisi ini mendorong MMIX menyesuaikan strategi produk FMCG 2026 agar lebih adaptif, transparan, serta selaras dengan perilaku konsumen yang semakin cerdas dan informatif.

Dalam jangka menengah hingga panjang, MMIX menargetkan transformasi bisnis menjadi perusahaan FMCG berbasis manufaktur dan brand, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 10–15% per tahun pada periode 2026–2030.

Struktur pendapatan juga akan dibuat lebih seimbang antara segmen mom & baby, hygiene, dan beauty care, dengan fokus pada diferensiasi produk, efisiensi manufaktur lokal, serta penguatan profitabilitas dan arus kas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bandung bjb Tandamata Siap Tuntaskan Misi Ganda Seri Ketiga Proliga 2026
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kubu Raya Kalbar
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kisah Imelda Seminggu Tangisi Makam Ayah yang Hilang, Ternyata Jasad Orang Lain
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Dinilai Visioner dan Strategis, Akademisi Apresiasi Pidato Prabowo di WEF Davos 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.